MALANG KOTA, RADAR MALANG - Hampir dua pekan wilayah Malang Raya mengalami pemadaman listrik secara bergiliran. Waktu padamnya listrik itu beragam.
Sebagian wilayah menga laminya pada siang hari. Wilayah lain merasakan mati listrik saat malam hari.
Rata-rata durasi pemadaman listrik mulai dari 30 menit hingga 3 jam. Terakhir pemadaman bergilir terasa di wilayah Kecamatan Blimbing pada Rabu siang (17/6). Disusul wilayah di Kecamatan Sukun pada malam harinya. Masing-masing mengalami mati listrik sekitar 2 jam.
Manajer PT PLN (Persero) UP3 Malang Agung Wibowo menjelaskan, saat ini jaringan di PLN memang mengalami gangguan dan kendala teknis operasional pada pembangkit. Untuk itu butuh perbaikan dengan melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi Malang Raya. ”Langkah tersebut perlu kami ambil untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan,” kata dia.
Agung belum bisa menjamin kapan pemadaman bergilir itu bakal berakhir. Pihaknya memohon maaf kepada pelanggan serta meminta kesabaran sampai proses perbaikan selesai. Menurut dia, lokasi listrik yang bakal padam tersebar di Malang Raya. Dan, masih ada potensi pemadaman bergilir lagi ke depannya.
Agung juga meminta masing-masing manager ULP untuk menginformasikan 30 menit sebelum pemadaman di masing-masing penyulang yang terdampak. Pesan itu biasanya disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau bisa diakses di Grup WhatsApp (WA) Sahabat PLN. Dengan begitu setidaknya para pelanggan bersiap sebelum listrik benar-benar padam.
Pemadaman listrik bergilir itu tentu berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Terutama di sektor industri yang produksinya tak bisa lepas dari kelistrikan. Sektor lain seperti rumah tangga dan usaha juga banyak terdampak dalam pemadaman bergilir itu.
Mal Olympic Garden (MOG) contohnya. Siang hari pada 12 Juni lalu tiba-tiba mati listrik. Alhasil, banyak pengunjung yang berhamburan keluar. ”Waktu itu tidak ada pemberitahuan, langsung mati saja,” ujar Leasing Executive PT Mustika Taman Olympic (MOG) Peptina Magdalena.
Pengunjung mal yang masuk sempat panik karena pemadaman berlangsung selama 2 jam. Harapannya, insiden serupa tidak terjadi lagi karena berpotensi menimbulkan kerugian baik bagi pemilik mal maupun pemilik usaha. (aff/by)
Editor : A. Nugroho