MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di beberapa wilayah dikeluhkan sejumlah pelaku usaha. Omzet menurun karena tak bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu jadi salah satu keluhannya.
Seperti disampaikan Yuliati, pemilik Rumah Vermak Malang (RVM) di Jalan Puntodewo, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing. Dia turut merasakan dampak pemadaman yang berlangsung kemarin pagi (19/6). Pemadaman berlangsung mulai pukul 08.45 sampai menjelang siang.
”Padahal ada 16 pesanan jahitan yang harus saya selesaikan,” kata Yuliati. Dia terpaksa menolak dua pelanggan yang datang karena pesanan sebelumnya belum tergarap. Selain kemarin, Yuliati mengaku bahwa pekan ini di wilayahnya sudah dua kali mengalami pemadaman listrik.
Lalu pekan sebelumnya terjadi tiga kali pemadaman. ”Pemadamannya itu juga mendadak, tidak ada pemberitahuan,” sambung dia. Yuliati menyesalkan pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebab dalam sehari rata-rata ada tiga pelanggan yang datang untuk menjahit di tempatnya.
”Satu pelanggan bisa membawa tiga jahitan. Kadang ada yang sampai belasan jahitan. Dengan kondisi demikian, pelanggan ya harus maklum,” ucap dia. Dampak pemadaman juga dirasakan Sulistyoningsih, pengusaha laundry yang berlokasi tak jauh dari usaha Yuliati.
Dalam sehari, Sulis bisa menerima hingga 50 kilogram pakaian yang butuh di-laundry. Namun karena pemadaman, Sulis terpaksa menunda proses mencuci baju. ”Saya sedang ada lima kilogram pesanan. Biasanya pesanan-pesanan itu saya selesaikan dalam dua hari, tapi sekarang jadi terlambat. Saya minta pelanggan menunggu,” cerita dia.
Assegaf Potong Rambut di Jalan Ikan Piranha, Kecamatan Blimbing juga terimbas pemadaman yang berlangsung kemarin. Pemotongan rambut sempat terjeda karena dia harus berganti menggunakan alat cukur portable. ”Untung saja sudah saya isi penuh baterainya. Kalau dayanya habis dan listrik tak kunjung menyala, nanti tidak bisa potong rambut lagi,” ujar Saiful, pemilik Assegaf Potong Rambut.
Toko Kelontong Dutra Jaya yang lokasinya tak jauh dari tempat potong rambut itu juga terdampak. ”Sudah tiga jam mati lampunya,” kata Zunaida, pemilik toko. Dia berharap listrik segera nyala. Sebab, es cream jualannya mulai mencair.
Baca Juga: PLN UP3 Malang Sebut Potensi Pemadaman Bergilir di Malang Raya Masih Ada
Sehari sebelumnya, tepatnya Kamis malam (18/6) sekitar pukul 19.00, pemadaman listrik juga terjadi di Pasar Gadang. Seluruh pasar sempat gelap gulita selama 10 menit awal pemadaman. Aktivitas jual beli juga sempat terganggu karena minimnya penerangan.
”Baru beberapa pedagang menyalakan gensetnya. Yang disayangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar Sabar, koordinator listrik di Pasar Gadang. Alhasil beberapa pedagang terpaksa jualan dengan keadaan gelap. Sebab ada yang gensetnya rusak karena lama tidak dipakai.
Menurut Sabar, pihak PLN hanya menjelaskan bakal ada pemadaman bergilir bulan ini. Namun tidak diberi tahu detailnya waktunya. Saat pemadaman listrik terjadi, dia sempat melapor ke vendor PLN yang ada di Pasar Gadang. Namun listrik baru bisa menyala pukul 22.00.
Menanggapi banyaknya keluhan itu, PLN UP3 Malang menuturkan pemadaman bergilir belum bisa dipastikan kapan selesainya. Sebab itu terjadi karena ada gangguan jaringan pada sistem pembangkit. Pihak PLN juga belum bisa memperhitungkan titik mana dan kapan saja suatu wilayah bakal terkena dampak pemadaman listrik.
Yudianti, Assistant Manager Komunikasi dan Umum PLN UP3 Malang menuturkan, pelanggan terdampak bisa laporan ke PLN. Yakni melalui fitur pengaduan di PLN Mobile. ”Atau bisa melalui WA Group masing-masing ULP, minta penanggung jawab ULP untuk mengarahkan,” pungkasnya. (mel/aff/by)
Editor : A. Nugroho