Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemprov Tawarkan Program Feeder Trans Jatim ke Empat Daerah, Baru Sidoarjo yang Beri Respons, Kota Malang?

Nabila Amelia • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:52 WIB
Ilustrasi Feeder Bus Trans Jatim
Ilustrasi Feeder Bus Trans Jatim

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tawaran program feeder atau angkutan pengumpan Bus Trans Jatim sudah disampaikan pemprov ke sejumlah daerah. Seperti dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Cito Eko Yuly Saputro. 

Dia menyebut, tawaran tersebut merupakan stimulan. Ada empat daerah yang mendapat tawaran dari pihaknya. Selain Kota Malang ada Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Kediri. 

Baca Juga: Program Feeder Trans Jatim di Kota Malang Bisa Dibiayai APBD Provinsi

”Jadi nanti ada dana stimulan dari pemprov sekitar Rp 5 miliar sampai Rp 7 miliar. Dengan dana yang ada itu, bisa menyediakan sampai 15 armada jenis multi-purpose vehicle (MPV) untuk masing-masing daerah yang mendapat tawaran,” jelas Cito.

Selain penyediaan armada, dana stimulan tersebut juga diproyeksikan untuk kebutuhan operasional. Namun hanya selama satu tahun. Selanjutnya, operasional harus diteruskan masing-masing daerah.

Setelah mendapat tawaran, dia menyebut bahwa daerah yang memberikan respons baru Kabupaten Sidoarjo. Tawaran untuk Kota Kediri masih dikaji ulang. Sebab ternyata kurang efektif karena rutenya terbilang pendek. 

Baca Juga: Rute Baru Bus Trans Jatim di Malang Raya Mengarah ke Kecamatan Gondanglegi

Selanjutnya untuk Kota Malang, karena sudah memiliki anggaran sendiri dan akan menjalankan program angkot pelajar gratis, untuk sementara belum menerima stimulan. ”Yang siap justru wilayah Pasuruan karena ke depan akan ada koridor baru (Bus Trans Jatim) di sana,” pungkas Cito.

Di tempat lain, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menjelaskan, ada beberapa syarat agar Pemkot Malang bisa menerima program feeder dari pemprov. Pertama, dishub harus menghitung apakah APBD Kota Malang bisa meneruskan program tersebut pada 2028 nanti. 

”Kami sangat menyambut baik wacana feeder itu. Tapi ada beberapa pertimbangan, sehingga belum bisa dipastikan,” kata pria kelahiran Ambon itu. Pertimbangan lainnya terkait armada yang akan digunakan. 

Jaya mengatakan, belum diputuskan apakah menggunakan armada lama atau pengadaan kendaraan baru. ”Kalau menggunakan armada baru pasti perlu pengadaan, sehingga nanti ada pembahasan lebih lanjut,” paparnya.

Sesuai instruksi wali kota, transformasi angkot menjadi perhatian serius Pemkot Malang. Salah satu yang akan dijalankan yakni angkutan pelajar gratis. Setelah program itu berjalan, pemkot akan fokus menyiapkan feeder Bus Trans Jatim. (mel/adk/by)

Editor : A. Nugroho
#feed #MPV #Trans Jatim #dishub