Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan, Cek Mekanismenya

Indah Mei Yunita • Minggu, 21 Juni 2026 | 14:35 WIB
PERTANIAN: Sebagian petani padi di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji panen, namun ada yang sudah menanam kembali.
PERTANIAN: Sebagian petani padi di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji panen, namun ada yang sudah menanam kembali.

KEPANJEN, RADAR MALANG – Meski belum ada petani yang kekurangan air, Pemkab Malang sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi kekeringan. Mulai menyiapkan 85 pompa air hingga pengaturan saluran irigasi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera mengatakan, pompa tersebut ada di koramil masing-masing kecamatan. Pompa dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu jika petani membutuhkan.

Baca Juga: Diprediksi Akan Memasuki Puncak Kemarau, 22 Kecamatan di Kabupaten Malang Ini Rawan Kekeringan

“Petani bisa melapor ke babinsa maupun penyuluh pertanian setempat jika mengalami kekeringan. Tujuannya supaya bisa dibantu menggunakan pompa air,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu beberapa waktu lalu.

Salah satu tanaman yang paling berdampak saat kemarau panjang adalah padi. Sebab, dia melanjutkan, padi butuh pasokan air yang relatif banyak. Utamanya saat masa pembungaan. Menurut dia, kemarau ekstrem juga bisa berdampak pada kegagalan panen dan menurun kan produksi padi.

“Saat ini belum ada laporan petani yang kekurangan air. Suplai air dari irigasi juga masih lancar. Semoga kekeringan tahun ini tidak terlalu ekstrem,” ucap Avi.

Baca Juga: Kanjuruhan dalam Bayang-Bayang Kekeringan

Dia juga menyebut, aktivitas pertanian sementara ini dilaporkan normal. Sebagian wilayah masih ada yang panen dan sebagian lagi sudah menanam.

Selain mengandalkan pompa dari pemerintah, dampak musim kemarau terhadap pertanian dapat diatasi dengan pengaturan saluran irigasi dan pola tanam. Pihaknya bersama para penyuluh sudah mengimbau petani agar rutin membersihkan saluran-saluran irigasi maupun embung. Sebab, jika dua pra sarana pengairan tersebut kotor, kapasitasnya akan berkurang.

Dia mengatakan, para petani biasanya mengatur giliran irigasi. Misalnya, dari pagi hingga sore, irigasi akan dialirkan ke petak sawah yang sudah menguning. Kemudian sore hingga pagi, irigasi akan dialirkan ke petak sawah yang padi baru tanam.

Pengaturan pola tanam juga penting untuk keberlanjutan pertanian. Misalnya, ketika air cukup, petani menanam padi. Ketika air berkurang, petani akan menanam palawija yang tidak terlalu membutuhkan air. Menurutnya, petani di Kabupaten Malang sudah menerapkan hal tersebut. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Antisipasi Kekeringan #petani #Pemkab #DTP