Jumlah transaksi di 108.510 Agen BRILink di bawah supervisi Region 13 Malang mencapai Rp 49,7 Triliun. Sesuai tujuan awal, BRILink menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.
MALANG KOTA, RADAR MALANG - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 13 Malang terus memperkuat inklusi keuangan. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan jaringan BRILink Agen. Hingga Mei 2026, jumlah BRILink Agen di Region 13 Malang mencapai 108.510 agen yang tersebar di berbagai wilayah.
BRILink Agen di bawah supervisi Region 13 Malang telah memfasilitasi transaksi dengan total volume mencapai Rp 49,7 Triliun. Arie Wibowo, Regional CEO BRI Malang memastikan, BRI terus meningkatkan peran dan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Salah satunya melalui keberadaan BRILink Agen yang terus memberikan akses layanan perbankan yang lebih baik kepada masyarakat, baik di wilayah perkotaan hingga pelosok desa dan kepulauan. BRILink Agen menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.
Melalui jaringan BRILink Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan perbankan secara lebih dekat dan praktis, mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan token listrik, hingga remitansi. Sehingga, memperkuat akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi.
”Aktivitas ini juga menegaskan peran BRILink Agen sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, serta turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI),” ungkapnya. Di sisi lain, BRILink Agen juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha yang menjadi agen melalui tambahan pendapatan berbasis fee. Serta, peningkatan aktivitas usaha di tingkat lokal yang turut memperkuat ekosistem ekonomi di wilayahnya.
Baca Juga: BRI Klarifikasi Kredit M.S.W di Wonosobo: Dokumen Sah, Kredit Macet Sejak 2023, Lelang Sesuai Aturan
”Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ujarnya.
Salah satu kisah nyata hadirnya BRILink Agen di tengah masyarakat adalah Toko Assalam Lirboyo di Kota Kediri yang kini mampu melayani ribuan transaksi bagi masyarakat sekitar. Sebagai toko serba kebutuhan, Toko Assalam Lirboyo tidak hanya menyediakan perlengkapan harian. Di sana juga menjadi pusat layanan transaksi keuangan melalui BRILink Agen.
Dalam satu hari, BRILink Agen ini mampu melayani sedikitnya 200 transaksi dengan total nominal mencapai sekitar Rp 150 juta. Jika diakumulasikan, nilai transaksi tersebut dapat menyentuh Rp 4,5 miliar setiap bulannya.
Baca Juga: Dari Peyek Rumahan hingga Tepung Ayam Goreng, Usaha Jufriyah Terus Berkembang Bersama BRI
Salah satu pengelola BRILink Agen Toko Assalam Lirboyo, Dandi Setiawan, mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna layanan berasal dari kalangan santri. Mereka memanfaatkan layanan tersebut untuk berbagai keperluan. Mulai dari penarikan uang tunai hingga pembayaran iuran pondok pesantren.
”Sebagian besar pelanggan kami adalah santri. Biasanya untuk tarik tunai atau pembayaran kebutuhan pondok. Bahkan, kami juga melayani penarikan uang dengan nominal kecil mulai dari Rp 10 ribu,” kata Dandi.
Tingginya aktivitas transaksi di agen tersebut turut membawa berbagai pencapaian. Setiap tahun, Toko Assalam Lirboyo kerap mendapatkan hadiah grand prize berupa sepeda motor dari program penghargaan BRILink Agen. Tidak hanya itu, pada tahun 2022 lalu, agen ini berhasil meraih predikat terbaik nasional dan memenangkan hadiah satu unit mobil Toyota Fortuner TRD Sportivo.
Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi layanan yang diberikan kepada pelanggan. Dengan pencapaian tersebut, BRILink Agen Toko Assalam Lirboyo tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, mulai dari tarik tunai, top up saldo, hingga berbagai pembayaran tagihan. (*/by)
Editor : A. Nugroho