Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Libur Sekolah, SPPG di Kota Malang Fokus Benahi Layanan

Nabila Amelia • Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:21 WIB
Ilustrasi SPPG (freepik)
Ilustrasi SPPG (freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kepala SPPG Kartika Nawa Kota Malang Muhammad Ilham Syah mengaku, dalam jeda operasional libur sekolah saat ini, pihaknya fokus melakukan pembenahan layanan.

”Kami fokus administrasi, menata dapur, dan melengkapi alat-alat yang diperlukan. Sekaligus melakukan pemeliharaan infrastruktur yang ada,” jelas dia. Sejumlah peralatan dapur yang mengalami penurunan fungsi akan diganti dengan yang baru.

Baca Juga: Begini Nasib SPPG di Malang yang Dijatuhi Sanksi Pemberhentian Beroperasi

Penggantian dilakukan terhadap berbagai perlengkapan yang menjadi penunjang utama proses produksi makanan. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan fasilitas dapur dibebankan kepada pihak mitra pengelola atau yayasan. 

”Banyak peralatan yang perlu diperbaiki atau diganti. Seperti wajan, alat masak, alat pemotong sayur, jalur pipa, hingga blower,” papar dia. 

Di tempat lain, Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyampaikan, MBG adalah program strategis nasional (PSN). Untuk itu harus dikawal, termasuk dalam penyediaan dapur atau SPPG di Kota Malang.

Baca Juga: SPPI Kota Malang Pilih Wait and See Rencana BGN Batasi Jumlah SPPG Per Kecamatan

Dito melanjutkan, pemerintah harusnya melakukan evaluasi pelaksanaan program MBG secara berkala. ”Baik evaluasi pelaksanaan maupun kebijakan SPPG dalam menyalurkan MBG,” tegas dia. Contohnya dalam hal kelengkapan perizinan. 

Evaluasi itu bisa dilakukan selama momentum libur sekolah seperti sekarang. Dengan demikian, saat masuk tahun ajaran baru nanti, distribusi MBG bisa lebih baik dan tepat sasaran. 

Di samping itu, Dito menyarankan agar pemerintah maupun pelaku usaha yang berkecimpung di MBG bisa lebih melibatkan masyarakat. Salah satu bentuk melibatkan kelompok masyarakat adalah dengan menggandeng kantin-kantin di sekolah. 

Wacana tersebut juga sempat dicetuskan oleh BGN. ”Harapan kami di Kota Malang juga bisa seperti itu,” ucap Dito. Terlebih lagi di Kota Malang terdapat sekolah-sekolah yang berkualitas dan terakreditasi baik. 

Keberadaan sekolah-sekolah yang berkualitas, lanjut Dito, tentunya sejalan dengan kantin-kantin yang baik. ”Saya sih berharap pelaku MBG tidak menutup diri dengan wacana produktif seperti itu,” tutup dia. (adk/mel/by)

 

Editor : A. Nugroho
#BGN #Mbg #PSN #SPPG