Ketika angkutan pelajar gratis mulai berjalan, operasionalnya akan dikaji kembali. Program Bus Halokes sebelumnya dilaksanakan sejak Wali Kota M. Anton pada 2015 lalu. Kemudian dilanjutkan kembali pada era Wali Kota Sutiaji sejak 2019.
Hingga 2026, masih ada 13 armada yang beroperasi. Terdiri dari 6 unit bus medium dan 6 kendaraan berjenis elf. Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan, belum ada kebijakan yang memberhentikan operasional armada Bus Halokes.
Pemkot Malang belum memutuskan nasib Bus Halokes ketika angkutan pelajar gratis telah berjalan penuh. Jana menyampaikan, armada tersebut merupakan aset Pemkot Malang. Ketika tidak lagi beroperasi, Disdikbud akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebagai pengelola aset daerah.
”Kami akan koordinasi aset ini akan digunakan untuk apa. Kalau memang sudah tidak digunakan, kami kembalikan,” terangnya. Untuk sementara, Jana meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai keberlangsungan layanan Bus Halokes. Sebab, hingga saat ini armada tersebut masih akan beroperasi ketika masuk semester baru.
Baca Juga: Dapat Hibah dari Kemenhub sejak 2025, Bus Sekolah untuk Pelajar Malang Masih Belum Beroperasi
”Ketika belum ada kebijakan dihentikan, Bus Halokes tetap beroperasi,” tegasnya. Sebelumnya, isu Bus Halokes bakal berhenti beroperasi sempat merebak di masyarakat. Dugaan itu semakin mencuat setelah bus terlihat tidak lagi menampilkan tulisan ”Bus Halokes” di bagian bodinya. Jana membantah adanya kaitan antara perubahan tampilan armada dengan rencana penghentian layanan.
Menurut dia, penghilangan tulisan itu semata-mata dilakukan karena proses renovasi dan pengecatan ulang. ”Tulisannya perlu diganti karena catnya memudar. Kemarin hanya pengecatan saja, tidak berkaitan dengan itu (penghentian),” ungkap pria kelahiran Bantul itu.
Terkait wacana angkutan pelajar, disdikbud belum mendapatkan respons atau keluhan dari wali murid. Jana menuturkan, tanggapan terhadap program tersebut lebih tepat disampaikan langsung oleh masyarakat kepada pihak terkait.
Baca Juga: Kabupaten Malang Dapat Hibah Bus Sekolah dari Kementerian Perhubungan
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta ada koordinasi yang baik antar-perangkat daerah. Jangan sampai aset Pemkot Malang menjadi korban ketika program baru berjalan.
Melihat potensi armada Bus Halokes, aset itu bisa dimanfaatkan untuk program lainnya.
Salah satunya program feeder atau angkutan pengumpan Bus Trans Jatim. Atau, masih bisa beriringan dengan angkutan pelajar. ”Harus ada formula terbaik, kami akan mendorong agar segera dilakukan diskusi pemanfaatan Bus Halokes,” tuturnya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho