MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sektor industri di Kota Malang terus tumbuh. Selama tahun 2024 sampai tahun 2025, Pemkot mencatat ada pertambahan sebanyak 2.000 industri. Baik itu dalam skala kecil dan besar.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Dian Likos Amelia merinci, pada 2024 terdapat sekitar 16.300 industri. Kemudian tahun 2025 ada pertambahan menjadi sekitar 18.700 industri.
Baca Juga: Industri Kreatif Anak Muda Malang Berkembang Pesat
”Kalau untuk tahun 2026 masih dalam rekapitulasi karena baru diketahui saat sudah selesai perhitungan pada akhir tahun,” kata Dian. Belasan ribu industri itu tercatat dalam Sistem Informasi Industri Nasional.
Menurutya, pertambahan industri turut mengerek pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Itu Karena pertambahan industri, membuat pertumbuhan ekonomi meningkat. Mencapai sebesar 5,92 persen dalam dua tahun terakhir.
Industri yang berpengaruh menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah industri kecil menengah (IKM). Misalnya saja, industri pengolahan tempe, batik, rotan, raket, rokok, dan banyak lainnya. Selain IKM, ada dari sektor perdagangan.
Baca Juga: Polinema: Lulusan Kampus Vokasi Lebih Banyak Diserap Industri
Meski ada pertumbuhan ekonomi, Dian melihat bahwa para pelaku industri sedang menghadapi tantangan sekarang. Mulai dari peningkatan harga bahan baku hingga BBM untuk kendaraan operasional. Karena itu, perlu melakukan beberapa penyesuaian.
Agar pertumbuhan ekonomi melalui industri tetap berjalan, Pemkot dipastikan akan memberikan dukungan. Salah satunya, memfasilitasi untuk sertifikasi halal. ”Tahun ini, kami mengalokasikan anggaran sertifikasi halal untuk 100 industri,” sambung pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Di samping itu, Diskopindag memberikan wadah berupa Malang Creative Center (MCC). Di sana, para pelaku industri bisa mempromosikan produk yang dijual. Salah satunya produk kriya. (mel/gp)
Editor : A. Nugroho