NGANTANG, RADAR MALANG – Meski tidak ada aktivitas meresahkan di Gunung Kelud, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tetap waspada. Setidaknya ada dua kecamatan di Bumi Kanjuruhan yang rawan terdampak erupsi Gunung Kelud. ”Gunung Kelud itu rawan ketika erupsi. Jarak radius 10 kilometer itu harus mengungsi. Ngantang dan Kasembon yang kena,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Ada 19 desa di dua kecamatan tersebut. Enam desa di antaranya di Kecamatan Kasembon, yaitu Bayem, Kasembon, Pait, Pondokagung, Sukosari, dan Wonoagung. Kemudian di Kecamatan Ngantang ada 13 desa. Yakni Desa Banjarejo, Banturejo, Jombok, Kaumrejo, Mulyorejo, Ngantru, Pagersari, Pandansari, Purworejo, Sidodadi, Sumberagung, Tulungrejo, dan Waturejo.
Baca Juga: Belajar dari Erupsi 2014, BPBD Kabupaten Malang Minta Warga Sekitar Gunung Kelud Tetap Siaga
Sadono mengatakan, tidak semua desa di dua kecamatan tersebut yang terdampak jika Gunung Kelud mengalami erupsi. Dari enam desa di Kasembon, hanya tiga yang rawan. Yakni Desa Bayem, Pondok Agung, dan Sukosari.
Sedangkan di Ngantang, desa yang rawan jika Kelud mengalami erupsi adalah Ngantru, Pandan sari, Pagersari, Sidodadi, dan Banturejo.
“Pengalaman tahun 2014 lalu yang di sekitar Waduk Selorejo terdampak erupsi. Mulai Pagersari sampai Pandansari itu yang mengungsi semua warganya,” kata dia.
Sebenarnya, dia mengatakan, abu Gunung Kelud pada 2014 lalu menyebar hampir di seluruh Malang Barat. Akan tetapi pada radius 10 kilometer itu, bahaya awan panas mengintai. “2014 itu Pujon hanya terdampak abu vulkanik,” sebut Sadono.
Meskipun begitu, dia mengatakan, saat ini Gunung Kelud masih berada di taraf normal alias level I. Namun Gunung Semeru di timur Kabupaten Malang memasuki level waspada atau level 3.
Sadono menyebut, walau begitu belum ada dampak langsung pada desa-desa yang ada di kaki Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Malang, pihaknya tetap waspada. “Sementara ini dampak erupsi masih condong ke arah Lumajang. Itu juga terjadi di erupsi tahun 2021 lalu,” kata dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho