Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cukup dari Sidik Jari Langsung Dapat Jawaban

Aditya Novrian • Minggu, 12 Juli 2026 | 15:10 WIB
CANGGIH: Pendiri STIFIn Grounded Asriana Kibtiyah melayani salah satu anak dengan untuk mencari potensi bakat dan minat lewat tes sidik jari.
CANGGIH: Pendiri STIFIn Grounded Asriana Kibtiyah melayani salah satu anak dengan untuk mencari potensi bakat dan minat lewat tes sidik jari.

Kebingungan memahami karakter anak membuat semakin banyak orang tua mencari cara mengenali potensi buah hati sejak usia dini. Salah satu yang kini banyak dilirik adalah tes STIFIn, metode pemetaan potensi melalui sidik jari yang diklaim dapat membantu orang tua menentukan pola asuh, metode belajar, hingga arah pengembangan anak.

KOTA MALANG, RADAR MALANG - FENOMENA tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta tes STIFIn dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya pelajar, peserta kini datang dari berbagai usia, mulai bayi, remaja, pasangan suami istri, hingga lansia. Namun, kelompok terbesar tetap berasal dari keluarga yang ingin lebih memahami karakter anak.

Pendiri STIFIn Grounded Asriana Kibtiyah mengatakan mayoritas orang tua datang karena merasa kesulitan mengenali bakat maupun minat anak. Mereka berharap memiliki gambaran yang lebih jelas dalam menentukan lingkungan belajar, aktivitas, hingga cara berkomunikasi yang tepat.

PENUH PENDAMPINGAN: Promotor STIFIn Hebat Abir Chasawah (kiri) bersama orang tua yang sedang mengakses tes STIFIn untuk anaknya.
PENUH PENDAMPINGAN: Promotor STIFIn Hebat Abir Chasawah (kiri) bersama orang tua yang sedang mengakses tes STIFIn untuk anaknya.

”Orang tua sebenarnya ingin memberikan yang terbaik. Persoalannya, banyak yang belum tahu pendekatan seperti apa yang paling sesuai dengan karakter anaknya,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2015, STIFIn Grounded telah melayani sekitar 8.000 peserta. Tes dilakukan melalui pemindaian 10 sidik jari menggunakan alat pemindai khusus. Hasilnya diproses sekitar 15–20 menit sebelum dijelaskan oleh konsultan kepada peserta.

Menurut Asriana, hasil pemetaan tersebut menggambarkan kecenderungan dominasi fungsi otak yang kemudian menjadi bahan diskusi untuk menyusun pola pendampingan, pendidikan, maupun pengembangan diri. Ia menambahkan, data hasil pemindaian tidak disimpan setelah proses pemeriksaan selesai.

Baca Juga: Usia Peserta Mulai 3 hingga 75 Tahun

Hal senada disampaikan promotor STIFIn Hebat Abir Chasawah. Ia melihat antusiasme masyarakat terus meningkat karena semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya memahami karakter anak sebelum menentukan cara mendidik maupun merencanakan masa depannya.

“Tes ini bukan sekadar mengetahui bakat. Orang tua juga mendapat gambaran bagaimana berkomunikasi, mendampingi proses belajar, hingga membantu anak lebih percaya diri menentukan arah pendidikan dan kariernya,” jelasnya.

Baca Juga: Orang Tua Mudah Memahami Karakter sang Buah Hati

Meski demikian, STIFIn tidak hanya diikuti anak-anak. Menurut Abir, metode tersebut juga dimanfaatkan remaja, orang dewasa, pasangan suami istri, hingga lansia sebagai sarana memahami karakter diri. Dengan mengenali kecenderungan potensi masing-masing, mereka diharapkan lebih mudah mengambil keputusan sesuai kapasitas dan keunggulan yang di miliki. (han/adn)

Editor : A. Nugroho
#STIFIn #Sidik Jari #Fenomena #Tes