Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bediding Pangkas Panen Mawar di Kota Batu hingga 80 %

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:00 WIB
PANEN MENYUSUT: Salah seorang petani di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu panen mawar kemarin (17/7).
PANEN MENYUSUT: Salah seorang petani di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu panen mawar kemarin (17/7).

 

BATU - Gelombang cuaca dingin yang melanda Kota Batu mulai memukul sektor hortikultura. Suhu yang turun hingga 11-16 derajat celsius membuat produksi bunga mawar anjlok sampai 80 persen. Dalam sekali panen, hasil yang biasanya mencapai 3.000-3.500 tangkai kini tinggal sekitar 700 tangkai.

Koordinator Supplier Bunga Potong Kota Batu Jumadi mengatakan suhu rendah menghambat pertumbuhan mawar. Kuncup bunga lebih lama mekar, bahkan banyak yang membusuk sebelum dipanen. “Dingin sangat berpengaruh pada mawar yang sudah mulai mekar,” ujarnya.

Menurut Jumadi, kondisi cuaca tahun ini juga lebih sulit diprediksi dibanding musim sebelumnya. Dampaknya langsung terasa pada produktivitas petani bunga potong di kawasan Bumiaji.

Meski greenhouse dinilai mampu mengendalikan suhu, teknologi tersebut belum menjadi pilihan petani. Selain membutuhkan investasi besar, produktivitas tanaman di dalam greenhouse dinilai belum mampu menyaingi budidaya di lahan terbuka. “Pernah kami coba. Hasilnya justru tidak sebanyak ditanam di lahan terbuka,” katanya.

Beruntung, penurunan produksi terjadi saat memasuki bulan Suro atau Muharram. Pada periode tersebut, permintaan bunga untuk hajatan dan pernikahan relatif rendah sehingga pasokan yang berkurang belum terlalu membebani pasar.

Namun, kondisi itu diperkirakan hanya sementara. Jika suhu dingin masih bertahan hingga musim hajatan kembali dimulai bulan depan, petani dan supplier dikhawatirkan kesulitan memenuhi lonjakan permintaan bunga potong. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
Kota Batu radar batu cuaca dingin Mawar