Tujuh Bulan, PLN Terima 197 Pengajuan Pemasangan Home Charging

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:34 WIB
HARUS ANTRE: SPKLU di PLN UP3 Malang banyak diminati warga yang hendak mengisi daya mobil listriknya. (Darmono/Radar Malang)
HARUS ANTRE: SPKLU di PLN UP3 Malang banyak diminati warga yang hendak mengisi daya mobil listriknya. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Minat warga Malang Raya terhadap mobil listrik terus meningkat. Itu terlihat dari lonjakan pemasangan home charging dalam tujuh bulan terakhir. Dalam kurun waktu itu, tercatat ada 197 permohonan yang masuk ke PLN UP3 Malang. 

Permohonan pemasangan home charging didominasi warga Kota Malang. Porsinya mencapai 80 persen. Bila dirata-rata, tiap bulan ada lebih dari 25 pengajuan pemasangan home charging di Kota Malang. Paling banyak pengajuan pada bulan Maret lalu. Totalnya mencapai 40 pemasangan.

 Baca Juga: Semangat Menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke-81, Antusiasme Siswa STM Turen Warnai Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan PLN UP3 Malang

Terbanyak kedua pada bulan Juni lalu. Saat itu ada 32 pengajuan yang masuk ke PLN. ”Lonjakan permintaan home charging sudah terasa sejak 2025, saat itu meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” ucap Assistant Manager Komunikasi dan Umum PLN UP3 Malang Yudianti. 

Saat itu ada 196 pelanggan di Malang Raya yang mengajukan pemasangan selama 2025. Sementara tahun ini, baru tujuh bulan, sudah ada 197 pelanggan yang mengajukan. Yudianti menilai peningkatan itu disebabkan ekosistem mobil listrik di Kota Malang yang membaik. 

Saat ini Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga makin mudah ditemui. Itu menambah keyakinan peminat mobil listrik untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut. Sementara itu, daya yang dipasang untuk home charging rata-rata berada di angka 7.700 VA.

 Baca Juga: PLN UP3 Malang Gandeng Pemkab Malang Perkuat Infrastruktur Listrik dan Dukung Transisi Energi

Pemasangan itu memang dikhususkan untuk pengguna mobil listrik saja. Sementara pengguna sepeda listrik dan motor listrik biasanya hanya menggunakan layanan tambah daya saja. Peningkatan pemasangan home charging selaras dengan naiknya penjualan mobil listrik. 

Itu juga diakui oleh Yudi Irawan Wijaya, Direktur PT Gatra Perdana Putra. ”Meski masih lebih banyak customer yang inden, tahun ini penjualannya memang lebih bagus dari biasanya,” ujar Yudi. Saat ini banyak masyarakat berburu mobil listrik karena dinilai lebih hemat dari segi perawatan dan biaya operasional hariannya. 

Apalagi ditambah kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Selain itu, isu hemat energi yang digalakkan pemerintah juga memengaruhi minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik yang merupakan kendaraan ramah lingkungan.

Menurut Yudi, kunci berjualan mobil EV adalah harus pandai mengedukasi pelanggan. Mereka harus diyakinkan penggunaan EV bisa menekan biaya operasional yang tidak terlihat dan terasa, meski biaya pembeliannya cenderung tinggi. ”Kalau dihitung, biaya operasional bensin, oli, pajak, hingga busi dalam lima tahun bisa seharga mobilnya,” pungkas Yudi. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
BBM Home charging PLN SPKLU