MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sebanyak tujuh warung di Jalan Danau Ranau, Kelurahan Sawojajar terbakar pada Jumat malam (24/7). Berdasar keterangan saksi, api pertama terlihat dari dapur bagian belakang Warung Lalapan Rizky sekitar pukul 21.35.
Namun hingga kemarin (25/7), polisi belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran dengan estimasi kerugian Rp 700 juta itu. Kobaran api pertama dilihat oleh Abdul Hadi, warga Kelurahan Sawojajar yang kebetulan melintas di sana. Saat itu baru sisi dapur Warung Lalapan Rizky saja yang terbakar.
Baca Juga: Setelah Kebakaran, Pemkab Malang Akan Merehabilitasi TPS Pasar Turen dengan Biaya hingga Rp 4 Miliar
Kondisi warung saat itu tengah terkunci. Karena bahan bangunan kios mayoritas terbuat dari kayu, api dengan cepat menyambar ke deretan warung lainnya. Warga dan pemilik kios yang tinggal di dekat lokasi segera bahu membahu memadamkan api.
Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menuturkan, butuh lima unit mobil untuk mengatasi kobaran api yang makin membesar. Total ada 20 ribu liter air yang disemprotkan untuk memadamkan area seluas 470 meter persegi itu. ”Kami membutuhkan waktu satu jam lebih hingga api berhasil dijinakkan,” terang dia.
Setelah api padam, anggota Polsek Kedungkandang segera melakukan olah TKP. Ditemukan dua tabung gas yang terletak di dekat kompor di dapur belakang Warung Lalapan Rizky. Salah satu tabung itu masih terpasang regulator yang ikut terbakar.
Baca Juga: Cegah Kebakaran TPA Supit Urang, DLH Kota Malang Andalkan Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana
”Saat kami temukan pir regulator itu sudah hangus, tapi kami belum bisa memastikan penyebab kebakarannya,” ujar Kapolsek Kedungkandang Kompol M. Roichan. Total kerugian yang dialami para pemilik kios mencapai Rp 700 juta.
Estimasi kerugian paling besar diderita Firman Wahyudi. Berdasar hitungan kasar, pemilik kios Pempek Kiagus itu mengalami kerugian hingga Rp 100 juta. Detail kerugian sisanya masih dalam proses perhitungan dan pendataan. (aff/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang