Inilah Ritual yang Diterapkan Warga Malang untuk Menjaga Sumber Air di Kali Brantas

Nabila Amelia • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:16 WIB

 

Para penari perempuan mengambil air sumber menggunakan kendi (DARMONO/RADAR MALANG)
Para penari perempuan mengambil air sumber menggunakan kendi (DARMONO/RADAR MALANG)

 

MALANG KOTA – Sebanyak 30 penarik cilik mengambil air sumber area Kali Brantas, Kampung Gerabah, Penanggungan, Klojen kemarin (26/7). Mereka mengenakan pakaian khas menari berwarna biru laut, lengkap dengan selendang kuning.

Air tersebut diwadahi kendi, kemudian mereka menari. Aktivitas pengambilan air atau tirto amerto. Setelah menari, air tersebut diserahkan ke tokoh masyarakat (atur tirto wening). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Festival Kali Brantas kelima, 25-26 Juli 2026. Tujuannya untuk menjaga mata air di Kali Brantas.

Pada hari pertama, festival digelar di titik nol Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kemudian hari kedua dilaksanakan serentak di beberapa kampung tematik yang dilewati Kali Brantas.

Yakni Kampung Gerabah Penanggungan, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Putih Klojen, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Biru Arema Kiduldalem, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Kampung Lampion Jodipan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, Festival Kali Brantas merupakan agenda rutin tahunan. Penyelenggaraannya kali ini memiliki makna kejernihan.

”Karena sekarang masyarakat dihadapkan pada berbagai permasalahan dan kehidupan yang dinamis," ungkap pria yang akrab disapa Ki Demang.

Sementara itu, dia melanjutkan, keberadaan air tidak hanya bisa menghidupi masyarakat. Namun juga memberikan kejernihan. Dengan Festival Kali Brantas juga diharapkan agar ke depan masyarakat semakin menghargai hubungan dengan alam.

”Apalagi menurut temuan dari pemerintah daerah dan komunitas, ternyata di Malang Raya terdapat sekitar 300 sumber air. Keberadaan sumber air ini harus dijaga,” tegas Ki Demang.

Dia mengatakan, makna air bagi kehidupan dituangkan dalam rangkaian kegiatan di Festival Kali Brantas. Mulai petik tirto amerto, atur tirto wening, hingga tarian yang dibawakan oleh 30 penari.

Terkait tarian, Ki Demang menyampaikan bahwa penari membawakan tarian yang disebut tirto amerta dan tirto wening.

"Tarian ini kami ciptakan setelah melakukan eksperimen selama lima tahun pelaksanaan Festival Kali Brantas," sambung dia. (mel/dan)

Editor : Mahmudan
Festival Kali Brantas Kali Brantas Malang sumber air