Update: Operasional Bus Trans Jatim Malang Koridor II, Ini Kelanjutannya

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:00 WIB

 

MENUAI PENOLAKAN: Sejumlah penumpang mengantre Bus Trans Jatim di koridor Kajoetangan Heritage, kemarin siang. Koridor dua bus tersebut tengah dipersiapkan pemprov. (Nabila Amelia/Radar Malang)
MENUAI PENOLAKAN: Sejumlah penumpang mengantre Bus Trans Jatim di koridor Kajoetangan Heritage, kemarin siang. Koridor dua bus tersebut tengah dipersiapkan pemprov. (Nabila Amelia/Radar Malang)

 

 

GONDANGLEGI – Menjelang beroperasinya Bus Trans Jatim Koridor II, dinas perhubungan (dishub) melakukan survei. Kemarin (27/7) tim dari Dishub Jatim dan Dishub Kabupaten Malang melakukan survei untuk menentukan titik halte.

Ada 40 titik yang bakal disurvei, mulai Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Terdiri atas 20 titik ke arah Kota Malang dan 20 titik arah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Ainur Rofiq menyampaikan, survei penentuan titik halte, bus stop, maupun rambu tersebut dilakukan di tiga kecamatan. Setelah Terminal Hamid Rusdi, rute dilanjutkan menuju Bululawang, Gondanglegi, kemudian berakhir di Terminal Talangagung, Kepanjen.

”Hingga sore ini (kemarin, 27/7) sudah ada 20 titik yang kami survei. Yakni 10 titik ke arah Kota Malang dan 10 titik ke arah Kepanjen,” ujar Rofiq di sela survei di kawasan Gondanglegi kemarin.

Salah satu halte yang disurvei yakni halte di depan SMP NU Gondanglegi. Halte berwarna hijau tersebut masih dalam kondisi baik dan layak fungsi. Hanya saja ada cat yang mengelupas.

“Jika jarak antara halte satu dan lainnya kurang, kami geser. Karena jika jaraknya terlalu berdekatan, akan pengaruh ke waktu tempuh. Meskipun tidak ada aturan, jaraknya harus 1 kilometer atau 2 kilometer,” imbuh Rofiq.

Di samping itu, dia juga mempertimbangkan permintaan dari masyarakat. Sehingga manfaat keberadaan Trans Jatim di koridor II dapat dirasakan. Misalnya di lokasi dekat sekolah, pasar, pondok pesantren (ponpes), dan persimpangan.

“Setelah survei lapangan, kami akan melakukan evaluasi untuk menetapkan titik-titik yang jadi digunakan,” imbuhnya.

Sebab, dia melanjutkan, terkadang ada masyarakat yang menolak di depan rumah atau tempat usahanya dijadikan titik perhentian Bus Trans Jatim. Sehingga pihaknya bakal menggeser titik tersebut.

Terkait rute, dia menjelaskan, pihaknya bakal melewati Gondanglegi. Selain karena dukungan Pemkab Malang, infrastruktur di jalur tersebut juga memadai. Menurutnya, meskipun permintaan masyarakat terhadap angkutan umum di daerah tersebut masih jarang, tapi dengan adanya Trans Jatim, permintaan diprediksi bakal meningkat. Sebab, ada kepastian layanan yang ditawarkan Trans Jatim, sehingga masyarakat terbantu.

Seperti diberitakan, operasional Bus Trans Jatim di Kecamatan Gondanglegi juga seiring dengan rencana pengembangan wisata di Malang selatan. Di kecamatan tersebut juga sedang dalam proses perbaikan jalan. Tepatnya Jalan Gondanglegi-Balekambang.

“Nanti akan ada 14 bus yang akan beroperasi dan satu cadangan. Sehingga jika ditotal akan ada 15 bus yang akan beroperasi,” kata dia. Jika tidak ada aral, transportasi umum sejenis bus rapid transit (BRT) tersebut bakal beroperasi pada Oktober nanti.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
bus trans jatim malang Trans Jatim Koridor II Operasional trans jatim