MALANG KOTA, RADAR MALANG - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kota Malang didominasi sektor UMKM. Porsinya mencapai lebih dari 60 persen. Untuk diketahui, PDRD merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan seluruh unit ekonomi di suatu wilayah.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, sektor UMKM di Kota Malang memang terus berkembang. Salah satu indikatornya yakni pertumbuhan nilai kreditnya. Berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, penyaluran kredit di Kota Malang terus mengalami pertumbuhan.
Hingga bulan Juni, total baki kredit di Kota Malang tercatat di angka Rp 31,18 triliun. Jumlah itu didominasi kredit konsumsi dan kredit usaha.
Rinciannya, baki debit dari seluruh wilayah kerja OJK Malang sebesar Rp 110,79 triliun.
Bila dipetakan berdasar jenis debitur atau pihak yang berutang, sektor UMKM mendominasi hingga Rp 35,68 triliun. ”UMKM yang mengakses pembiayaan itu paling banyak dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan,” ujar Kepala Kantor OJK Malang Farid Faletehan.
Baca Juga: BI Jatim: Sektor UMKM Kuasai 99 Persen Unit Usaha di Indonesia
Sektor unggulan yang banyak mengakses kredit adalah UMKM di bidang perdagangan besar dan eceran. Berikutnya yakni bidang industri pengolahan dan jasa. Itu menandakan pertumbuhan UMKM di Kota Malang melalui penyaluran kredit makin meningkat meski tidak terlalu signifikan.
Terlihat dari akses kredit yang cukup tinggi dengan jumlah UMKM yang mencapai hampir 50 ribu. Nilai Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet dari sektor UMKM juga masih terjaga di bawah lima persen. Artinya tidak sampai lima persen pelaku UMKM yang terlambat membayar kredit atau mengalami kredit macet.
Pertumbuhan nilai kredit yang dibarengi dengan meningkatnya angka NPL itu tetap patut diwaspadai. Sebab menurut Farid, dibanding bulan Mei 2025, NPL di wilayah kerja OJK Malang tahun ini tumbuh 0,29 persen. Dari semula di angka 2,83 persen pada Mei 2025, menjadi 3,12 persen pada Mei 2026.
”Peningkatan NPL itu bisa jadi ada kendala saat debitur membayarkan kreditnya,” lanjut pria asal Blora itu. Sejauh ini UMKM memang menjadi sektor terbesar yang menyumbang NPL. Untuk mengurai problem itu, dia menyebut perlu sinergi dari Pemkot Malang, Bank Indonesia (BI) Kanwil Malang, hingga pelaku UMKM agar problem meningkatnya NPL bisa dihambat. (aff/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang