MALANG KOTA – Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di simpang tiga Jalan Sulfat bakal dipindah. Lahan tersebut dipertimbangkan untuk diubah menjadi taman kota. Pemindahan TPS dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat.
Selama ini banyak warga yang mengeluhkan bau sampah di TPS Sulfat. Selain persoalan bau, keberadaan TPS Sulfat juga dinilai mengganggu keindahan wajah kota.
”Kami menerima banyak keluhan terkait lokasi TPS. Karena berada di jalan raya dan lampu merah, sering kali bau TPS Sulfat sangat mengganggu masyarakat,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran kemarin (2/8).
Untuk itu, pihaknya mengkaji pemindahan TPS tersebut. Di sisi lain, Raymond mengatakan, kebutuhan RTH juga perlu ditambah. Sehingga dia mempertimbangkan pengubahan lahan tersebut menjadi taman.
"Kami akan ganti menjadi taman, agar tetap bermanfaat bagi masyarakat," kata dia.
Raymond mengatakan, ini merupakan rencana penambahan taman kedua. Sebelumnya, Pemkot Malang telah mengkaji penambahan RTH di Jalan Bondowoso. Nantinya akan berdampingan dengan bangunan baru Puskesmas Bareng.
”Karena untuk mengejar RTH minimal masih cukup besar, sehingga lahan yang potensi akan diubah menjadi lahan hijau,” ucapnya.
Terkait fungsi TPS, dia memastikan telah menyiapkan pengganti TPS Sulfat. Calon lahan pengganti tetap di Purwantoro dan tidak jauh dari lokasi sekarang. Lahan pengganti memiliki luas 3.000 hingga 4.000 meter persegi.
Nantinya dirancang menjadi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) dengan konsep pengelolaan lebih modern.
”Rencana pemindahan ini masih menunggu dukungan kepala daerah dan anggaran,” terang Raymond.
Menurut dia, pembangunan TPS-3R baru berjalan seiring dimulainya pelaksanaan program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Program tersebut diperkirakan mulai direalisasikan pada tahun depan.
"Dengan TPS-3R kualitas pengelolaan sampah akan meningkat. Sekaligus mengurangi dampak lingkungan dan gangguan lalu lintas yang dikeluhkan di TPS Sulfat,” jelasnya.
Senada dengan eksekutif, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi membenarkan TPS Sulfat menjadi salah satu yang dikeluhkan. Contoh lainnya juga di TPS Borobudur.
”Karena pinggir jalan, baunya ini cukup dikeluhkan. Selain itu, kadang membuat kemacetan,” ungkapnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan