Ditemukan 115 Titik Retak di Stadion Kanjuruhan Malang, Ternyata Sudah 4 Kali Diperiksa BPK RI

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:25 WIB

 

Legislator memeriksa titik rusak di Stadion Kanjuruhan (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
Legislator memeriksa titik rusak di Stadion Kanjuruhan (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

 

KEPANJEN – Terungkap fakta baru dalam kasus retaknya bangunan Stadion Kanjuruhan. Hasil inspeksi legislator menemukan lebih dari seratus titik kerusakan. Mulai lapisan lantai tribun mengelupas, keramik berjemur, hingga plafon berlubang.

Kerusakan ditemukan sejak lima bulan setelah proyek renovasi rampung, akhir Desember 2024 lalu. Padahal, renovasi yang menghabiskan biaya Rp 357 miliar. Juga sudah melalui pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

”Sudah empat kali diperiksa BPK. Mereka melihat adanya keretakan itu,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok di sela menginspeksi kerusakan di Stadion Kanjuruhan, Selasa lalu (4/8).

”Saya juga sempat follow-up ke kementerian pada April 2025 lalu, tapi anggaran dialihkan,” tambahnya.

Ditembuskan ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) karena stadion di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen itu masih berstatus Barang Milik Negara (BMN). Belum menjadi aset daerah. Biaya renovasi juga ditanggung APBN.

Dalam inspeksi tersebut, Jawa Pos Radar Kanjuruhan juga mengamati adanya keretakan. Dalam satu pintu, wartawan koran ini menghitung ada 10 titik kerusakan di bagian lantai. Jika jumlah kerusakan di 13 pintu sama, maka ada 130 titik kerusakan.

Informasi yang dihimpun di lokasi, total kerusakan ada 115 titik. Baik keretakan di lapisan anti-air, plafon bolong, dinding lembap, keramik ditumbuhi jamur, hingga kerusakan lainnya.

Menanggapi adanya kerusakan tersebut, Project Manager Stadion Kanjuruhan dari PT Waskita Karya, Vino Pramudia mengatakan, pihaknya sudah melakukan perbaikan. Durasi perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga sebulan.

“Untuk perbaikan plafon perkiraan 7 hari sudah selesai. Tapi perbaikan pelapisan waterproof di semua tribun terbuka itu yang memakan waktu lebih banyak,” kata dia.

Vino mengisyaratkan, kerusakan bangunan menjadi tanggung jawab vendor. Mengingat pengerjaannya melibatkan banyak vendor, dia menyebut kualitas di beberapa titik juga berbeda.

“Mungkin karena ada perbedaan cara pengerjaan untuk mengaplikasikan lapisan waterproof per vendor. Pencampuran materialnya juga berpengaruh,” katanya.

”Selain itu, paparan sinar matahari dan hujan lebih banyak di tribun mana itu juga berpengaruh,” ucap dia.

Pelapisan ulang yang kini dilakukan juga masih masuk garansi merek lapisan waterproof yang dipakai. Produk itu awalnya menjamin tidak akan retak sebelum lima tahun. Sejauh ini, pihaknya menilai kerusakan terbilang minor. Tidak menyangkut pada struktur utama bangunan. Tapi atas temuan itu, vendor pengerja akan dievaluasi.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
Renovasi stadion rusak Tragedi Kanjuruhan stadion kanjuruhan