KEPANJEN – Bus Trans Jatim koridor II belum beroperasi, tetapi bayang-bayang dampaknya sudah menghantui angkutan pedesaan (angdes) di Kabupaten Malang. Finalisasi rute Malang-Gondanglegi-Kepanjen bukan sekadar menentukan lintasan bus, melainkan juga masa depan puluhan angdes yang terancam terdampak.
Untuk rute Malang menuju Kepanjen lewat Gondanglegi, ada dua trayek angdes. Yakni Hamid Rusdi-Wajak dan Hamid Rusdi-Gondanglegi-Bantur-Balekambang. Akan tetapi yang benar-benar terimbas adalah yang menuju Bantur-Balekambang.
“Itu izinnya punya Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim. Data dari sana, beberapa tahun lalu ada 150 unit, dan yang terkini ada 70-an. Tapi yang beroperasi di lapangan belum termonitor,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto kemarin (5/8).
Sementara ini, rute Bus Trans Jatim koridor II belum sampai tahap finalisasi. Awalnya, Dishub Jatim akan mengoperasikan dari Arjosari menuju Hamid Rusdi-Gondanglegi-Kepanjen. Namun belum dipastikan apakah lewat tengah kota atau tol dari Arjosari dan Hamid Rusdi.
Eko mengatakan, hal itulah yang menghambat perencanaan jalur wilayah selatan. Walaupun sudah sempat dilakukan survei rute beberapa hari lalu. Pusat-pusat keramaian, pasar, dan sekolah-sekolah akan ada halte.
“Survei kan sifatnya sementara. Karena di Kota Malang masih ada gejolak penolakan, makanya kami menunggu hasilnya (dari Kota Malang). Untuk wilayah kami belum ada penolakan,” sebut dia.
Dia mengatakan, ada dua nasib untuk angdes menuju Balekambang dan Bantur itu. Yakni kena scrapping angkutan dengan meniadakan beberapa unit karena terimbas bus atau bisa juga tetap beroperasi.
Mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu mengklaim masih ada yang minat naik angdes, walau pun banyak pula yang menghendaki Trans Jatim masuk atas dasar kenyamanan dan kepastian jadwal berangkat.
Ketika ditanya apakah ada rencana menggandeng sopir angdes, Eko mengatakan ada kemungkinan melibatkan sopir angdes. Yakni terkait feeder, perekrutan pengemudi menjadi driver Bus Trans Jatim, dan angkutan wisata.
“Untuk feeder, kami masih belum tahu. Kalau merekrut itu kan ada syarat-syarat dan tesnya dari provinsi,” kata Eko.
Sementara untuk angkutan wisata, Eko menyebut masih ada kaitannya dengan rencana rute bus yang akan masuk terminal Gondanglegi.
“Kemungkinan bakal dipotong rutenya. Jadi hanya Gondanglegi ke Balekambang, karena di sana kan mau dijadikan rest area dan tempat transit,” tandas dia.(biy/dan)
Editor : Mahmudan