MALANG, RADAR MALANG - Penanganan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan. Pemprov Jatim akan mengerahkan metode waterbombing. Namun hal itu baru mulai dilakukan, Jumat besok (7/8). Saat ini, penanganan baru mengandalkan drone.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, helikopter untuk waterbombing baru bertolak ke Jatim hari ini (6/8) dan dijadwalkan tiba nanti sore. Sehingga, metode tersebut baru bisa efektif beroperasi besok pagi. "Saat ini kami menangani hanya dengan drone. Satu drone terbatas, hanya 150 liter," ucap Khofifah, ditemuin di Kota Malang pagi ini.
Dia mengatakan, proses mendatangkan helikopter tidak mudah. Karena armada tersebut juga dibutuhkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan. Sehingga pihaknya menggunakan drone sebagai penanganan sebagai penanganan sementara.
"Drone juga tidak sederhana, karena harus mengajukan izin drone line. Area yang bisa dilintasi drone membutuhkan izin supaya tidak ada yang merasa terganggu," jelasnya. Sampai saat ini, Khofifah belum mengetahui penyebab kebakaran. Dirinya masih menunggu laporan pihak TNBTS.
Penulis: Andika Satria Perdana
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang