KEPANJEN – Akses warga Jalan Diponegoro, Dusun Sembojo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen untuk semakin mudah. Itu setelah diresmikan Jembatan Garuda kemarin (13/8). Peresmian secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Jembatan di Kepanjen tersebut merupakan bagian dari 3.395 proyek jembatan secara nasional. Namun khusus di wilayah Kodim 0818 Malang-Batu ada 11 titik. Menggunakan konstruksi beton dengan panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter.
Konstruksi tersebut diperkirakan dapat menopang beban delapan ton.
“Awalnya warga menyeberang pakai jembatan bambu dan hanya bisa dilewati motor. Sekarang bisa dilewati pakai truk,” ujar Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho di sela peresmian jembatan kemarin.
Selain di Kepanjen, Bayu menjelaskan, proyek serupa juga dibangun di enam kecamatan lain.
“Kami juga membangun jembatan serupa di Kepanjen, Bantur, Sumberpucung, Tajinan, Dau, Pagak, dan Kalipare,” sebut dia.
Meski digarap serentak, dia melanjutkan, jenis konstruksi berbeda-beda. Ada jembatan gantung, jembatan armco atau gorong-gorong yang menggunakan struktur pipa baja bergelombang dan ditimbun dengan tanah atau sirtu di bagian atasnya. Juga ada jembatan konstruksi beton.
“Jembatan Armco kami bangun satu di Kecamatan Dau. Lalu Jembatan Gantung ada di Kecamatan Kepanjen, Pagak, dan Sumberpucung,” sebut perwira menengah (Pamen) TNI tersebut. ”Sisanya merupakan jembatan beton,” tambahnya.
Dia melanjutkan, panjang jembatan tersebut dibangun menyesuaikan lebar sungai. Sementara untuk lebar jembatan bervariasi, bergantung jenisnya. Jembatan gantung selebar 1,2 meter, sementara untuk jembatan beton dan armco mencapai 3 meter. Dengan daya topang masing-masing berbeda. Jembatan gantung hanya bisa dilalui maksimal motor, sedangkan beton dan armco bisa dilalui truk.
Ke depan, pihaknya akan membangun jembatan lagi. Lokasinya belum ditetapkan.
“Kami masih survei lagi wilayah mana yang perlu dibangunkan atau direhab jembatannya,” tandas Bayu.(biy/dan)
Editor : Mahmudan