KEPANJEN – Kekeringan sudah melanda sejumlah desa di Bumi Kanjuruhan. Per kemarin (13/8), sudah ada lima kecamatan yang melaporkan mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menindaklanjuti dengan dropping air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, sekarang status kebencanaan untuk kekeringan sudah sampai pada Tanggap Darurat Bencana (TDB). Di dalamnya juga termasuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Jadi per 7 Agustus 2026 lalu sudah tidak lagi siaga bencana. Sudah ada asesmennya dan kami akan mengatur jadwal pengirimannya,” terang dia.
Lima kecamatan tersebut adalah Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, Donomulyo, dan Sumberpucung. Jumlah desa terdampak di masing-masing desa bervariasi. Untuk Sumbermanjing Wetan terdapat empat desa, yakni Sumberagung, Tambakasri, Kedungbanteng, dan Sitiarjo.
Kemudian tiga desa di Gedangan, yakni Segaran, Gajahrejo, dan Tumpakrejo. Lanjut Kalipare terdapat dua desa, yaitu Putukrejo dan Sumberpetung. Lalu Sumberoto di Kecamatan Donomulyo dan Karangkates di Kecamatan Sumberpucung.
Dari wilayah-wilayah tersebut, sementara ini hanya empat desa yang mengirim surat permohonan pengiriman air.
“Karangkates, Sumberoto, Sumberagung, dan Tumpakrejo melaporkan krisis air. Mereka sudah bersurat ke kami,” sebut Purwoto.
Penyebabnya adalah debit air sumur dan sumber air yang mengecil, dan juga aliran PDAM yang menyusut. Sementara ini, baru 2 desa yang dikirim air bersih. Yakni Desa Sumberagung pada 8 Agustus dan Tumpakrejo 12 Agustus lalu. Masing-masing wilayah mendapat jatah 15 ribu liter air.
”Air dikirim oleh PMI Kabupaten Malang,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu
Pihaknya kini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pengiriman air bersih.
“Sementara ini kami fokus penanganan kebakaran di Wisata Bromo dulu. Setelah itu selesai baru kami lanjut penanganan kekeringan,” kata dia
Purwono mengaku sudah menyiapkan 50 unit tandon besar, 24 unit tandon lipat, dan 3 unit mobil tangki. Selain BPBD, warga yang mengalami krisis air bersih tersebut juga akan dipasok oleh PMI, Perumda Tirta Kanjuruhan, dan Perum Jasa Tirta (PJT) I.(biy/dan)
Editor : Mahmudan