MALANG KOTA - Setelah Jembatan Sonokembang, satu lagi infrastruktur di Kota Malang yang masuk jadwal perbaikan. Yaitu Jembatan Brawijaya di area Pasar Splendid. Rencananya rehabilitasi dilaksanakan September depan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang Kristian Bagus Muryanto mengatakan, bulan ini sudah masuk proses pengadaan. Pihaknya memperkirakan September depan, proyek telah berjalan. "Selesainya bulan Oktober," ujarnya kemarin (16/8).
Rehabilitasi Jembatan Brawijaya tidak mencakup pembongkaran dan pembangunan ulang struktur jembatan. Pekerjaan hanya difokuskan untuk mengamankan bagian abutment atau struktur penyangga jembatan. Selama ini mengalami longsor akibat tergerus derasnya arus Sungai Brantas.
Bagus memastikan, kerusakan tersebut hanya terjadi pada salah satu sisi abutment jembatan. Sehingga pengerjaannya tidak terlalu membutuhkan biaya besar. Tidak seperti perbaikan total Jembatan Sonokembang yang menghabiskan dana Rp 5 miliar.
"Untuk pekerjaan Jembatan Brawijaya, kami menyiapkan anggaran sekitar Rp 800 juta," kata pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Untuk lantai jembatan dan bagian lainnya, dia mengatakan, dipastikan kondisinya masih aman. Sehingga belum perlu mendapatkan perbaikan mendesak. Menurutnya, rehabilitasi abutment Jembatan Brawijaya dilakukan agar longsor tidak semakin parah.
Tahun ini pemkot juga melakukan pemeliharaan sejumlah jembatan yang membutuhkan perawatan. Di antaranya jembatan gantung di Jalan MT Haryono Gang 7 dan Jembatan Balak di Lowokdoro.
"Serta jembatan di Jalan Sumpil yang menjadi akses menuju Jalan Piranha," ungkap Bagus.
Di luar proyek yang ditangani melalui APBD Kota Malang, ada pengajuan rehabilitasi kepada pemerintah pusat. Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan usulan tersebut diajukan melalui APBN lantaran kebutuhan anggaran besar.
Berkisar Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar.
"Kalau di Jalan Muharto kami usulkan jembatannya dibangun ulang. Jadi jembatan yang ada saat ini dibongkar, kemudian dibangun baru," terang Dandung. (adk/dan)
Editor : Mahmudan