Begini Cara Anak Nusantara di Malang yang Merawat Toleransi setiap Menyambut Hari Kemerdekaan

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:28 WIB

 

JUNJUNG TOLERANSI: Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menghadiri Barikan Anak Nusantara di Alun-Alun Merdeka kemarin (16/8) (Darmono/Radar Malang).
JUNJUNG TOLERANSI: Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menghadiri Barikan Anak Nusantara di Alun-Alun Merdeka kemarin (16/8) (Darmono/Radar Malang).

 

MALANG KOTA – Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang menyisipkan pesan toleransi dalam Hari Kemerdekaan ke-81 RI. Kemarin (16/8), mereka menggelar Barikan Anak Nusantara di Alun-Alun Merdeka. Acara rutin tahunan yang digelar kelima kali itu bertajuk ”Menyemai Toleransi, Menumbuhkan Rasa Nasionalisme sejak Usia Dini”.

Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Pendeta David Tobing mengatakan, tahun ini sekitar 400 sampai 500 anak ikut bagian dalam acara tersebut. Mereka merupakan siswa SD dan SMP se-Malang Raya, baik negeri maupun swasta.

"Ratusan pelajar dari enam agama yang diakui di Indonesia dan ditambah penghayat kepercayaan. Kami juga menghadirkan wali kota dan ibu ketua dewan," tuturnya di sela kegiatan kemarin.

Dia mengatakan, tujuan acara tersebut untuk melestarikan budaya. Yakni dengan cara mendoakan keselamatan bangsa, melibatkan anak-anak dan remaja. Mereka tidak hanya menjadi peserta, namun juga sebagai pelaksana, baik dalam doa maupun pentas seni.

"Acara tahun ini lebih spesial karena selain penampilan barongsai anak, ada tarian tradisional lainnya," ucap David.

LINTAS AGAMA: Umat dari beberapa agama di Kota Malang mengibarkan bendera merah putih di Alun-Alun Merdeka kemarin (16/8). Mereka menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 RI (Darmono/Radar Malang)
LINTAS AGAMA: Umat dari beberapa agama di Kota Malang mengibarkan bendera merah putih di Alun-Alun Merdeka kemarin (16/8). Mereka menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 RI (Darmono/Radar Malang)

 

Acara juga diisi dengan ikrar anak Nusantara dan parade lagu-lagu nasional yang akan dibawakan oleh seluruh peserta.

David menambahkan, setiap tahun Barikan Anak Nusantara mengambil tema yang berbeda. Untuk tahun ini dipilih temat menyemai toleransi, menumbuhkan rasa nasionalisme sejak usia dini. Alasannya melihat dampak teknologi dan media sosial (medsos) yang memiliki pengaruh sangat besar.

”Dengan acara ini, diharapkan rasa nasionalisme tetap ada dalam hati dan jiwa anak-anak. Sebagai generasi penerus bangsa," jelasnya.

Selain itu, dia melanjutkan, juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri penerus bangsa. Acara ini, lanjut David, dapat menjadi inspirasi bagi tempat atau daerah lain untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme dalam diri anak-anak sejak usia dini.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
toleransi di malang Hari Kemerdekaan di Malang toleransi beragama