KEPANJEN – Momentum barikan menyambut Hari Kemerdekaan berdampak terhadap lonjakan harga ayam di pasar tradisional. Di Pasar Kepanjen, harga daging ayam melonjak sekitar Rp 2.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Kepanjen, Tunik menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam bertahap sejak sepekan terakhir. Saat ini menyentuh di angka Rp 38 ribu per kilogram.
”Padahal sepekan sebelumnya masih di angka Rp 31.000 per kilogram. Naiknya memang perlahan,” kata pedagang yang bertahun-tahun berjualan daging ayam itu.
Lonjakan harga berimbas pada penurunan omzet penjualan. Biasanya dia mampu menjual 30-50 kilogram ayam per hari, kini merosot tajam.
”Sekarang ini pembelinya sedikit,” keluh Tunik.
Senada dengan Tunik, pedagang lainnya, Sumiati juga mengeluhkan lonjakan harga ayam potong menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Dia menyebutkan, harga Rp 38 ribu per kilogram sudah bertahan dalam empat hari terakhir.
”Sebelumnya di kisaran Rp 34 ribu per kilogramnya,” kata dia.
Menurut Sumiati, kondisi pasar yang sepi turut memperparah situasi penjualan di lapaknya sehari-hari.
"Daya belinya menurun sekitar 30 persen. Kemungkinan harga naik sampai Maulud mengingat keadaan seperti ini," ucap Sumiati yang biasanya menyediakan stok ayam hingga satu kuintal per hari itu.
Lonjakan harga juga turut melanda komoditas ayam kampung yang dijual oleh Suwarsini, pedagang senior yang sudah berjualan sejak 1985. Ia menjelaskan bahwa harga ayam kampung ukuran besar kini naik menjadi Rp 180 ribu per ekor.
"Ayam kampung yang besar Rp 180 ribu per ekor. Tiga hari yang lalu harganya masih Rp 140 ribu rata-rata dengan bobot 3 kilogram,” katanya.
”Sedangkan ayam ukuran sedang berkisar Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu per ekor,” tambahnya.
Akibat harga ayam yang kian mahal, dia mengatakan, stok ayam kampung yang diperolehnya juga ikut menipis. Sehari kemarin (17/8) dia hanya mendapatkan pasokan 3 ekor. Padahal biasanya 5 hingga 6 ekor per hari.
Menanggapi melonjaknya harga ayam potong maupun ayam kampung di pasar tradisional, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Astri Lutfiatun Nisa' menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh kondisi insidental. Yaitu tingginya permintaan ayam menjelang perayaan HUT RI.
Ia memastikan harga saat ini masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 40 ribu.
"Harga daging ayam merangkak naik karena kondisi insidental akibat tingginya permintaan HUT RI. Akan tetapi masih di bawah HET yaitu Rp 40 ribu," ungkap Astri.
Ia memperkirakan potensi kenaikan lanjutan dapat terjadi akibat tingginya permintaan untuk acara Maulid Nabi ke depan. Terkait langkah penanganan, Astri menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Jika nantinya harga melambung tinggi melebihi HET, pihaknya akan merencanakan langkah antisipasi lebih lanjut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (ram/dan)
Editor : Mahmudan