SINGOSARI - Kebakaran melanda lahan tebu Jalan Nusa Indah, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Rabu lalu (19/8). Lahan seluas sekitar 5 hektare pun, sehingga tebu tak bisa dipanen. Diduga, kebakaran terjadi akibat aktivitas bakar-bakar sampah, kemudian api merambat ke lahan tebu.
”Diduga sumber api berasal dari pembakaran sampah di TPS yang merembet ke lahan tebu karena angin dan cuaca yang terik,” ujar Komandan Peleton (Danton) Damkar Kabupaten Malang Andik Minarko kemarin.
Dia menjelaskan, informasi kebakaran pertama kali diterima oleh petugas melalui laporan relawan pemadam kebakaran (redkar) pukul 12.45. Dia langsung menerjunkan armada dilengkapi personel ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Total ada sembilan personel yang dikerahkan. Sedangkan armada dari Pos Singosari serta tambahan armada dari Markas Komando (Mako). Dia menegaskan, respons petugas sangat sigap. Setelah menerima informasi lokasi pada pukul 12.45, unit pemadam langsung berangkat pukul 12.50 dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.00.
Petugas gabungan yang terdiri atas unsur damkar, empat personel TNI, lima personel Polsek, empat pegawai perangkat desa, serta tiga personel redkar langsung berjibaku memadamkan kobaran api.
Pihaknya sempat kesulitan karena api cepat membesar. Namun setelah berjuang selama hampir dua jam berjibaku dengan api, mereka akhirnya berhasil menjinakkan amukan si jago merah pada pukul 14.30. Tim kemudian melakukan pendinginan sebelum seluruh unit kembali ke Mako dan pos masing-masing pada pukul 15.00.
”Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini,” terangnya.
Di lain tempat, Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin menjelaskan, kerugian material akibat terbakarnya lahan tebu seluas 5 hektar tersebut sekitar Rp. 10-15 juta karena kualitas rendemen tebu berkurang karena dampak dari kebakaran ini. (ram/dan)
Editor : Mahmudan