KEPANJEN – Warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang mengeluhkan bau menyengat dari kali Brantas sekitar permukiman. Bau muncul sejak dua hari terakhir. Bersamaan keluarnya bau tak sedap, kondisi air juga keruh.
Kondisi terparah terlihat di bawah Jembatan Kali Brantas Ketapang, tepatnya Dusun Pabrian, Sukonolo. Mereka menduga air sungai tercemar.
”Mungkin tercemar oleh pembuangan limbah. Kondisi air menghitam, keruh, dan mengeluarkan bau anyir,” ungkap Angga Setiawan,” salah seorang warga Desa Sukolono.
Dia melihat perubahan air makin keruh sekitar 48 jam sebelumnya. Di sekitar lokasi, ada proyek pembangunan bendungan.
Berdasar pantauannya, pencemaran tersebut terjadi di dua aliran Sungai Brantas (atas dan bawah), tetapi yang paling terdampak dan keruh berada di arus bagian bawah. Meskipun pihaknya belum dapat memastikan pabrik mana yang menjadi penyebab pencemaran, dia menduga kuat pencemar tersebut berasal dari arah hulu sebelah barat.
"Kalau lihat kondisi air, sepertinya ini limbah pabrik, tetapi saya kurang tahu pabrik mana dan daerah mana," jelasnya.
Dampak pencemaran ini dirasakan secara langsung oleh para pekerja proyek maupun masyarakat sekitar. Aktivitas harian seperti mencuci dan membersihkan peralatan kerja mendadak terganggu akibat kualitas air yang buruk, sehingga kini warga menghindari aktivitas langsung di sungai.
"Ya bagaimana ya. Yang biasanya cuci tangan di sungai pun sekarang takut. Airnya keruh sekaligus mengeluarkan bau juga," keluh Angga.
Kendati menyadari risiko kesehatan, Angga dan rekan-rekan pekerja lainnya terpaksa tetap menggunakan air Sungai Brantas. Keterbatasan tersebut terjadi karena lokasi sumber air bersih alternatif berada jauh dari area proyek.
Dia berharap Pemkab Malang melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab air keruh dan bau menyengat tersebut. Temuan di lapangan tersebut kemudian ditindaklanjuti, sehingga warga tidak perlu berlama-lama mencium bau busuk tersebut.
Menanggapi dugaan pencemaran ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Dr Ahmad Dzulfikar Nurrahman menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan warga di lapangan tersebut.
"Pihak dinas akan segera melakukan penyisiran dan investigasi terkait dugaan pencemaran di Sungai Brantas. Kami akan segera menerjunkan tim," tegasnya.
Hasil temuan tim akan menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah ke depan. Prinsipnya, pihaknya ingin menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
”Mengingat ketergantungan masyarakat terhadap sungai tersebut, kami akan periksa apa yang terjadi,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.(ram/dan)
Editor : Mahmudan