MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ada tiga lokasi langganan PKL yang mendapat perhatian khusus Pemkot Malang. Lokasi pertama di Jalan Veteran. Berikutnya di Kajoetangan Heritage dan depan Stasiun Malang.
Pengawasan khusus bersama lintas perangkat daerah bakal dilakukan di tiga lokasi itu. ”Tiga titik itu yang kami usulkan untuk ditangani bersama-sama,” tegas Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno. Menurut dia, kolaborasi perlu dilakukan karena penanganan PKL tidak hanya menjadi tugas Satpol PP saja.
Baca Juga: PKL Liar Masih Berjualan di Tiga Titik Jalan Kota Malang
Sektor pengawasannya juga akan diperketat. ”Untuk bentuk tindak lanjutnya, kami akan menyiagakan personel yang siaga di beberapa titik,” tegas Prayitno. Karena keterbatasan jumlah personel, pihaknya harus bekerja sama dengan perangkat daerah lainnya.
Ditambah lagi, Satpol PP juga harus merespons laporan lainnya. Misalnya saja jika ditemukan orang dengan gangguan jiwa, gelandangan, pengemis, anak jalanan, hingga pengawasan terhadap reklame dan bangunan. ”Karena kalau kami fokus di satu lokasi, tiba-tiba ada permintaan evakuasi akan sulit direspons,” sambung Prayitno.
Alhasil, jika personel meninggalkan lokasi, PKL berpotensi kembali beroperasi. Saat ini jumlah personel Satpol PP Kota Malang mencapai 260 orang. Disinggung terkait perhatian terhadap tiga lokasi itu, dia menyebut beberapa alasannya.
Baca Juga: Penertiban PKL di Malang Tak Lagi Represif, Satpol PP Ajak Kolaborasi Masyarakat
Yang pertama yakni rawan menyebabkan macet. Berikutnya karena area itu masuk dalam destinasi wisata. Untuk detail lebih teknis, pihaknya bakal melakukan pembahasan lanjutan dengan perangkat daerah lain.
Setelah itu baru menentukan jumlah personel yang disiagakan dan pembagian tugas di lapangan. Sementara itu untuk fasilitas yang disiagakan, lanjut Prayitno, tidak harus menggunakan pos karena keterbatasan anggaran. Bisa juga dengan mobil sebagai titik siaga personel yang bertugas melakukan pengawasan. (mel/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang