Kapolresta Malang Kota Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa NTT Terdampak Gempa

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:58 WIB
BERBAGI: Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno menyampaikan kepedulian kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
BERBAGI: Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno menyampaikan kepedulian kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

MALANG, RADAR MALANG — Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno menyampaikan kepedulian kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang dan terdampak gempa bumi di daerah asalnya.

Kombes Pol. Danang mengatakan, budaya Indonesia menjunjung tinggi nilai tolong-menolong dan gotong royong. Karena itu, keluarga besar Polresta Malang Kota turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat NTT.

TERJUN LANGSUNG: Penyerahan bantuan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno.
TERJUN LANGSUNG: Penyerahan bantuan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno.

“Kami turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran Polresta Malang Kota juga berupaya membantu meringankan beban mahasiswa asal NTT yang saat ini sedang melaksanakan tugas belajar di Kota Malang.

“Bantuan yang diberikan jajaran Polresta Malang Kota mungkin tidak seberapa, tetapi ini merupakan wujud empati kita kepada saudara-saudara kita di NTT, khususnya dalam sisi kemanusiaan,” katanya.

TERJUN LANGSUNG: Penyerahan bantuan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno.
KOMPAK: Kebersamaan Kapolresta dengan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya mahasiswa asal NTT yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang dan terdampak gempa bumi di daerah asalnya.

Kombes Pol. Danang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Malang. Menurutnya, Kota Malang merupakan kota wisata sekaligus kota pendidikan yang perlu dijaga bersama.

“Kita bersama-sama menjaga Kota Malang ini sebagai kota wisata dan kota pendidikan,” tuturnya.

Kepada mahasiswa asal NTT, ia berpesan agar tetap fokus menjalankan pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.

“Semoga lancar dalam melaksanakan tugas belajarnya. Persiapkan masa depan dengan baik, jangan terlena dengan waktu dan keadaan. Pada saatnya nanti, kalian akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia ke depan,” pesannya.

Ia berharap bantuan dan kepedulian tersebut dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk meringankan beban mahasiswa NTT yang keluarganya terdampak gempa.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang,” pungkasnya.

Koordinator Posko Peduli Flores, George Da Silva, mengatakan posko tersebut merupakan kolaborasi Forum Pemuda NTT (FP NTT) Malang Raya, Flobamora Batu, dan Paguyuban Sesepuh NTT.

“Posko ini dibentuk untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya mahasiswa asal Flores yang berada di Malang Raya. Sebagian orang tua mereka terdampak gempa dan harus mengungsi sehingga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan anak-anaknya,” ujar George.

Menurut George, Malang Raya menjadi salah satu daerah tujuan pendidikan bagi mahasiswa asal NTT. Dari sekitar 21.000 mahasiswa NTT yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, diperkirakan 10.000 hingga 15.000 mahasiswa berasal dari wilayah Flores.

Hingga kini, posko telah mencatat lebih dari 3.600 mahasiswa terdampak yang membutuhkan bantuan. Pendataan masih terus dilakukan karena setiap hari terdapat mahasiswa yang melaporkan kondisi keluarganya.

George menjelaskan, bantuan yang dihimpun diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok mahasiswa, seperti beras, telur, minyak goreng, gula pasir, mi instan, serta kebutuhan pangan lainnya.

Masyarakat juga dapat memberikan bantuan dalam bentuk donasi dana.
“Kami tidak berfokus mengirim bantuan ke daerah bencana karena penanganan di sana sudah dilakukan pemerintah. Konsentrasi kami adalah membantu mahasiswa yang terdampak dan berada di Malang Raya,” jelasnya.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui organisasi daerah masing-masing. Mahasiswa yang membutuhkan bantuan terlebih dahulu didata oleh organisasi daerah. Data tersebut kemudian diverifikasi oleh pengelola posko agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Pengelolaan bantuan dilakukan secara transparan dengan mencatat seluruh bantuan yang masuk dan keluar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap donasi dapat dipertanggungjawabkan dan disalurkan sesuai kebutuhan.

Selain bantuan pangan, Posko Peduli Flores juga berencana berkoordinasi dengan perguruan tinggi di Malang Raya untuk membahas kondisi mahasiswa terdampak, termasuk kemungkinan pemberian kebijakan penangguhan pembayaran biaya pendidikan.

George berharap perguruan tinggi dapat memberikan perhatian dan kebijakan khusus bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa. Sebagian besar orang tua mahasiswa tersebut bekerja sebagai petani dan nelayan sehingga membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga.

Posko Peduli Flores berlokasi di Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 22 A, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Posko tersebut membuka pengumpulan bantuan sekaligus melayani pendataan mahasiswa terdampak.
Masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkannya melalui Posko Peduli Flores. Donasi dana juga dapat disalurkan melalui rekening BCA 3311201504 atas nama Justina Paulina Bapu Sola.

Informasi dan koordinasi bantuan dapat menghubungi George Da Silva di 0813-3455-7531 atau Sekretaris Aru Kukun di 0818-0352-7624.

Melalui gerakan tersebut, Posko Peduli Flores berharap kepedulian masyarakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan di Malang Raya.

"Baku Liat, Baku Jaga, Baku Sayang."

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Kapolresta Malang Kota gempa bumi salurkan bantuan mahasiswa NTT