MALANG KOTA, RADAR MALANG - Persiapan teknis untuk program angkutan pelajar terus dikebut. Hingga pekan ini, sudah ada 73 angkot yang dipasangi GPS. Alat tersebut digunakan sebagai sistem pemantauan saat program angkutan pelajar beroperasi.
Untuk diketahui, angkutan pelajar bakal menggunakan sistem hampir sama dengan Bus Trans Jatim. Operator yang merupakan koperasi angkot mendapatkan bantuan sistem pengawasan dari pemerintah provinsi. Sehingga setiap armada angkutan pelajar bisa diketahui lokasinya secara real-time.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menyebut ada penambahan pemasangan GPS kepada angkot. Pada awal Agustus lalu, baru 50 armada yang terpasang. Saat ini mencapai 73 kendaraan. "Minimal untuk angkutan pelajar ada 80 angkot. Tapi kemungkinan masih bisa bertambah," ujar dia.
Selain menunggu pemasangan GPS, saat ini dishub juga tengah menanti hasil audit internal koperasi sebagai operator angkutan pelajar. Setelah audit rampung, pihaknya akan membuat kontrak dengan operator tersebut. "Kami upayakan kontrak dilakukan pekan ini. Sehingga angkutan pelajar masih bisa beroperasi bulan Agustus," tandas Jaya.
Baca Juga: Ada Masukan agar Angkot Pelajar Tak Mengangkut Penumpang Umum saat Jam Sekolah
Komponen dalam kontrak, kata Jaya, mencakup beberapa hal. Seperti penggajian sopir, perawatan kendaraan, biaya kendaraan, dan pengawasan. Seluruh komponen tersebut akan dikelola melalui koperasi. "Minimal sopir angkot akan mendapatkan Rp 70 ribu per hari," tuturnya.
Terkait rute, dipastikan tidak ada perubahan. Dishub telah menentukan 15 rute angkutan pelajar. Disertai dengan titik henti yang bisa dimanfaatkan untuk naik turun pelajar.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku masih belum bisa menentukan kapan angkutan pelajar beroperasi. Dari laporan dishub, ada beberapa persiapan yang harus dituntaskan. "Belum semua GPS dipasang, ini masih menunggu," ucapnya.
Baca Juga: Update Angkot Pelajar: Awal Agustus Ini Diupayakan Sudah Beroperasi, Ini Persiapannya
Wahyu menginstruksikan program angkutan pelajar bisa berjalan bulan ini. Untuk itu perlu koordinasi yang baik antara koperasi dan perangkat daerah terkait. "Pihak angkot juga meminta ada tambahan kendaraan. Kami serahkan kepada koperasi," tutupnya. (adk/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang