BAZNAS Kota Malang Gelar Bina Mustahik Merdeka untuk Mewujudkan Kemandirian UMKM

A. Nugroho • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:48 WIB
KOMITMEN: Kegiatan Bina Mustahik Merdeka, yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Malang, Rabu (26/8).
KOMITMEN: Kegiatan Bina Mustahik Merdeka, yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Malang, Rabu (26/8).

 

MALANG, RADAR MALANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan mustahik agar mampu tumbuh dan mandiri secara ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bina Mustahik Merdeka, yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Malang, Rabu (26/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Malang untuk tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong penerima manfaat agar memiliki pengetahuan, keterampilan, mentalitas, dan strategi dalam mengembangkan usaha. Para pelaku UMKM binaan mendapatkan pembinaan yang diarahkan pada penguatan kapasitas usaha sekaligus peningkatan daya saing.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Kesra Pemerintah Kota Malang yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Malang, jajaran pimpinan dan amil pelaksana BAZNAS Kota Malang, perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, BPJS Ketenagakerjaan, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

BAGI ILMU: Kegiatan Bina Mustahik Merdeka.
BAGI ILMU: Kegiatan Bina Mustahik Merdeka.

Beragam materi diberikan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola usaha. Diskopindag Kota Malang melalui Farid Suaidi, ST., MM., memberikan materi optimalisasi dan strategi pengembangan usaha UMKM. Peserta diajak memahami pentingnya penguatan produk, pengelolaan usaha, serta kemampuan membaca peluang agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang memberikan sosialisasi mengenai berbagai program perlindungan ketenagakerjaan. Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memberikan edukasi mengenai pemanfaatan QRIS, BSI Agent, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas transaksi, meningkatkan layanan kepada konsumen, sekaligus membuka akses terhadap pengembangan permodalan usaha.

Untuk mendukung penguatan pemasaran, BAZNAS Kota Malang juga menyediakan foto sampel produk bagi UMKM binaan. Fasilitas ini menjadi langkah praktis untuk membantu pelaku usaha menampilkan produknya secara lebih menarik dan profesional, terutama ketika dipasarkan melalui berbagai kanal digital.

Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik merupakan bagian penting dari tujuan pengelolaan zakat. Menurutnya, zakat harus memberikan dampak yang lebih jauh daripada sekadar memenuhi kebutuhan sesaat.

“BAZNAS tidak ingin mustahik hanya menerima bantuan. Kita ingin bantuan yang diberikan menjadi jalan untuk membangun kemandirian. Harapannya, usaha mereka berkembang, penghasilannya meningkat, sehingga suatu saat mereka tidak lagi menjadi penerima, tetapi mampu menjadi munfiq bahkan muzaki,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi spirit utama Bina Mustahik Merdeka. Kemerdekaan dalam konteks pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari keterbatasan ekonomi, tetapi juga sebagai kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan dan usaha sendiri.

Karena itu, pembinaan tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A. juga memberikan materi Penguatan Spiritual Mustahik, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan usaha dengan nilai-nilai amanah dan keberkahan.

Penguatan dari sisi mental dan psikologis juga menjadi perhatian. Wakil Ketua BAZNAS Kota Malang, Sulaiman, A.P., memberikan materi Edukasi Psikologi UMKM. Peserta diajak membangun pola pikir positif, motivasi, mentalitas kewirausahaan, serta ketahanan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

Jamal, sebagai salah seorang peserta Bina Mustahik Merdeka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan yang diberikan BAZNAS Kota Malang tidak hanya membantu dari sisi permodalan, tetapi juga memberikan bekal untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah.

“Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru bagi kami sebagai pelaku UMKM. Selama ini kami lebih banyak fokus pada bagaimana produk bisa terjual. Dari pembinaan ini, kami belajar bahwa usaha juga membutuhkan pengelolaan yang baik, pemasaran yang menarik, pemanfaatan teknologi digital, serta keberanian untuk terus berkembang,” ungkap salah seorang peserta.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan BAZNAS Kota Malang dapat terus berlanjut sehingga para UMKM binaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga semakin berkembang dan mandiri.

“Kami berharap pendampingan seperti ini terus dilakukan. Bukan hanya mendapatkan bantuan, tetapi kami juga dibimbing agar mampu mengembangkan usaha sendiri. Mudah-mudahan ke depan usaha kami semakin maju, pendapatan meningkat, dan kami bisa menjadi lebih mandiri,” tambahnya.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa Bina Mustahik Merdeka tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membangun pengetahuan, kepercayaan diri, dan kapasitas usaha para penerima manfaat. Semangat inilah yang menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS Kota Malang dalam mendorong transformasi mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Bina Mustahik Merdeka juga dirangkaikan dengan pendistribusian bantuan Program Pendidikan kepada 16 penerima manfaat. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan BAZNAS Kota Malang berjalan secara komprehensif, dengan memperhatikan aspek ekonomi sekaligus kebutuhan pendidikan masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang ingin membangun pola pemberdayaan yang berorientasi pada perubahan. Mustahik tidak sekadar diberikan bantuan, tetapi didampingi agar memiliki kemampuan, keberanian, dan strategi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi instrumen untuk membantu masyarakat melewati kesulitan hari ini, tetapi juga menjadi energi pemberdayaan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita besar BAZNAS Kota Malang untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mustahik dibantu untuk bangkit, UMKM didorong untuk berkembang, dan kemandirian dibangun secara bertahap.

Masyarakat dapat mendukung berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta program BAZNAS Kota Malang lainnya melalui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). (*)

 

Editor : A. Nugroho
BPJS ketenagakerjaan Kota Malang Baznas mustahik