Ketika Nasi Tiwul dan Cenil Ikut Memperingati Kemerdekaan, Pengunjung Gratis Jajanan Lawas

Mahmudan • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Warga RW 17 Perumahan BTU mengenakan pakaian serba lawas
Warga RW 17 Perumahan BTU mengenakan pakaian serba lawas

 

MALANG KOTA - Nasi tiwul, cenil, polo pendem, dan beraneka jajanan lawas nangkring di deretan stan RW 17, Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), tadi malam (30/8). Beberapa warga yang melintas mampir sejenak untuk mencicipi kuliner khas tempo dulu, lalu beranjak pergi. 

Suasana di blok UJ 25 RW 17 Perumahan BTU, Madyopuro, Kota Malang serasa tahun 1980-an. Semua pengunjung mengenakan pakai lawas. Para lelaki memakai blangkon, kemudian perempuan berkebaya. Tidak sedikit di antara mereka yang berfoto untuk mengabadikan momen kembali ke masa lalu tersebut.

Jajanan lawas gratis untuk pengunjung
Jajanan lawas gratis untuk pengunjung

 

Semua jajanan disediakan gratis. Siapa pun boleh datang. Tidak harus warga sekitar. "Kami ingin mengenalkan kuliner zaman dulu. Anak-anak zaman sekarang ini banyak yang tidak mengetahui makanan orang dahulu,” ujar Ketua RW 17 Suwarno di sela kegiatan.

Dia mengatakan, acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI. Melalui kegiatan tersebut, dia berharap masyarakat semakin menghormati sekaligus mengenal budaya. ”Kami ingin warga berkumpul, sehingga semakin guyub,” kata Suwarno yang juga penanggung jawab kegiatan.

Sebelumnya, RW 17 Perum Bulan Terang Utama juga menggelar karnaval budaya. Warga di masing-masing RT yang berada di bawah naungan RW 17 dipersilakan menyuguhkan keterampilan. Ada yang menampilkan tarian, hingga ondel-ondel khas Betawi.(wb1/dan)

Editor : Mahmudan
malang tempo dulu hari kemerdekaan btu