MALANG KOTA, RADAR MALANG - Enam warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang menuntaskan pesanan 21 jaket motor milik CV Bintang Bersinar selama sepekan, mulai 14-21 Agustus 2026. Salah satu penjahitnya merupakan warga binaan asal Tailan. Warga negara asing itu memanfaatkan program pembinaan kemandirian untuk kembali mengasah keterampilan menjahit.
Pesanan tersebut dikerjakan dari nol. Mulai pemotongan pola kain hingga penjahitan akhir. Seluruh jaket berhasil diselesaikan tepat waktu dalam tujuh hari. Kepala Sub Seksi Kegiatan LPP Malang Endah Wahyuni mengatakan, pengerjaan tersebut menunjukkan keterampilan warga binaan yang semakin matang. Mereka juga mendapat premi dari kegiatan produktif selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan produktif itu, para warga binaan tidak hanya dapat mengisi waktu dengan hal positif dan memperoleh premi untuk kebutuhan di dalam lapas. “Namun, mereka juga sekaligus bisa mengasah keahlian garment secara menyeluruh,” ujar Endah.
Baca Juga: Di Malang, Charly Van Houten Hibur Ribuan Pengunjung Car Free Day - Radar Malang
Salah satu warga binaan yang terlibat yakni Chencira Aehitanon AD. Sayan Phonh Thong Bin Sayan Phong Thong, warga binaan asal Tailan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan baginya menyalurkan keterampilan yang pernah dimiliki sebelum masuk lapas.
Dia mengaku sangat senang bisa ikut mengerjakan pesanan jaket tersebut. “Sebelum masuk lapas, saya memang punya riwayat bekerja sebagai penjahit sepatu di Tailan, jadi kegiatan jahit, memotong dan merangkai kain seperti ini terasa familiar,” ungkap Chencira.
Menurutnya, pembinaan tersebut membuat waktunya selama berada di lapas lebih produktif. Selain mengasah keterampilan, kegiatan itu juga memberikan penghasilan berupa premi. Pihak LPP Malang berharap kerja sama dengan pihak luar seperti CV Bintang Bersinar terus berlanjut. Kolaborasi tersebut dinilai dapat menjadi wadah pelatihan berkelanjutan bagi warga binaan.
Editor : Fajar Andre Setiawan