Tergeser Angkutan Pelajar Gratis, Bus Halokes Malang Berhenti Beroperasi

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:09 WIB

 

Bus halokes di Kota Malang (Darmono/Radar Malang)
Bus halokes di Kota Malang (Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA - Setelah 11 tahun mengantar pelajar, 13 bus halokes bakal berhenti beroperasi. Fungsinya tergeser oleh angkutan pelajar gratis yang mengaspal sejak Senin lalu (31/8). Belasan armada peninggalan era Wali Kota Moch. Anton itu diwacanakan berganti fungsi menjadi angkutan wisata.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, saat ini pihaknya belum memutuskan terkait penggunaan bus halokes. Pihaknya masih fokus mengevaluasi perkembangan pengoperasian angkutan pelajar selama sebulan ke depan.

”Setelah itu kami akan menentukan nasib bus halokes," ujar Wahyu kemarin (1/9).

Sementara ini tebersit di benak Wahyu untuk mengubah fungsi bus halokes menjadi kendaraan wisata. Itu karena pihaknya mendapatkan informasi mengenai tingginya permintaan masyarakat agar Pemkot Malang memfasilitasi kegiatan wisatawan.

”Nanti akan kami kaji lagi penggunaan apa yang lebih maksimal. Opsinya bisa digunakan kendaraan wisata,” tutur alumnus ITN Malang itu.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menuturkan, untuk sementara ini bus halokes akan mendampingi angkutan pelajar.

”Kemungkinan dalam waktu sebulan ke depan,” kata Suwarjana.

Langkah ini diambil agar masa transisi dari bus halokes ke angkutan pelajar berjalan mulus. Dengan demikian, pelajar tidak kaget dengan perubahan moda transportasi tersebut.

”Sopir angkot juga masih perlu menyesuaikan. Jadi, kami dampingi mereka selama sebulan ke depan,” tutur pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Dia mengatakan, jumlah sopir bus halokes hanya 13 personel. Sehingga tidak semua sopir angkutan pelajar dapat didampingi. Kemungkinan hanya beberapa saja yang mendapatkan pendampingan dari pengemudi bus halokes.

"Bus halokes juga masih menyisir, khawatir ada siswa yang tidak terangkut. Mungkin ketinggalan angkutan pelajar," tutur Jana.

Setelah sebulan, Jana menyampaikan, keputusan mengenai nasib bus halokes berada di tangan wali kota Wahyu Hidayat. Pihaknya akan mengembalikan aset tersebut kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang.

"Nanti juga masih dievaluasi setelah sebulan. Apakah perlu tambahan bus halokes atau tidak," imbuh pria Kelahiran Jogjakarta itu.

Terkait jumlah armada angkutan pelajar yang beroperasi masih 66 kendaraan, Jana menuturkan, masih belum bisa disimpulkan angka itu memenuhi kebutuhan atau tidak. "Harus dilihat dalam satu bulan ke depan,” terangnya.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
transportasi Malang angkutan pelajar Malang bus halokes malang