Begini Wajah Sport Center di Pakisaji Malang yang Bakal Menghabiskan Dana hingga Rp 2 Miliar

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:40 WIB

 

Lapangan di belakang kantor Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji akan dibangun sport center.
Lapangan di belakang kantor Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji akan dibangun sport center.

 

PAKISAJI – Tahun ini, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji berencana membangun sport center. Lokasinya di belakang kantor desa. Lahan yang kini berfungsi sebagai lapangan itulah lokasi proyek. Namun karena keterbatasan dana, pihak desa mencari investor.

Kades Pakisaji Juwari menjelaskan, sport center di area Lapangan Karya Bakti itu akan meliputi stadion sepak bola, lapangan basket, serta lapangan Voli tertutup. Proses mewujudkan pusat olahraga itu dimulai dengan melakukan perbaikan pada lapangan sepak bola utama.

Proses tersebut dimulai sejak awal 2026 ini.

“Yang sudah kami lakukan adalah meratakan lapangan sepak bola, kemudian menguruk tanah di sisi barat lapangan agar ukurannya memenuhi standar nasional,” ujar Juwari.

”Kemudian urukan tanah itu kami buat talud atau plengsengan, dan penggalian sumur bor untuk penyiraman rutin lapangan sepak bola,” tambahnya.

Di samping itu, Juwari mengatakan, pihaknya sudah memasang empat tiang besi yang akan dipakai untuk lampu penerangan lapangan. Juga sudah tersedia mesin pemotong rumput untuk perawatan rutin lapangan dengan rumput alami tersebut.

Pekerjaan tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 200 juta. Semuanya berasal dari dana Manager Karya Bakti dan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang sudah melalui persetujuan masyarakat melalui musyawarah desa (musdes).

Ketika ditanya terkait wajah lapangan tersebut ke depan, Juwari mengatakan bakal mencontoh Lapangan Surojoyo atau Stadion Sempalwadak di Bululawang.

“Bedanya, kami ingin ada tribun penonton, yang rencananya kami bangun di atas pertokoan lapangan. Kami juga ingin ada pagar besi yang mengelilingi lapangan seperti di Lapangan Mendalanwangi (Kecamatan Wagir),” sebut dia.

Pihaknya juga menginginkan lapangan voli dan basket dengan atap. Akan tetapi tidak mematok deadline penuntasan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya deadline penuntasan kepada investor yang bersedia menanamkan modal.

“Dana Desa kami juga terpangkas dari tahun lalu. Makanya tahun 2026 ini tidak ada anggaran khusus untuk pembangunan sport center,” keluh Juwari.

Tahun ini, dana desa (DD) untuk Pakisaji berkisar Rp 373 juta. Dana tersebut sudah habis untuk biaya di luar olahraga seperti kesehatan.

“Sementara untuk perawatan lapangan, kami mengandalkan dari dana sewa lapangan oleh manager. Ada yang sewa kami pakai untuk beli pulsa listrik menghidupkan pompa air,” imbuh dia.

Oleh karena itu pihaknya memerlukan investor guna merampungkan rencana tersebut. “Perkiraan semuanya bisa habis Rp 2 miliar. Kalau mengandalkan DD dan penghasilan lapangan, kami tidak mampu,” tandas Juwari.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
olahraga Malang Sport Center Pakisaji pakisaji malang