KEPANJEN - Dana infrastruktur banyak yang tersedot untuk perbaikan jembatan. Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mengalokasikan Rp 20 miliar. Rencananya digunakan untuk perawatan dan perbaikan jembatan.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, tahun ini ada 29 titik pekerjaan terkait jembatan.
“Ada yang berupa penggantian dan rehabilitasi jembatan, ditambah juga pemeliharaan rutin yang tersebar di sejumlah lokasi,” ujar pria yang akrab disapa O'ong itu.
Penggantian, rehabilitasi, dan perawatan rutin jembatan tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Lokasi-lokasi tersebut diprioritaskan berdasarkan tingkat kerusakan, fungsi akses masyarakat, serta kebutuhan konektivitas wilayah.
Berdasar data dalam laman LPSE Kabupaten Malang, pada tahun ini ada 9 pekerjaan konstruksi jembatan. Terdiri atas 7 pekerjaan penggantian jembatan dan 2 rehabilitasi.
Untuk penggantian dilakukan di Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo, Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo, Sukolilo Kecamatan Jabung, Desa Argotirto, Sumbermanjing Wetan, Genitri di Kecamatan Pakis, dan Kampung Legok (Desa Wadung, Kecamatan Pakis).
Sementara untuk rehabilitasi jembatan dilaksanakan di Jombok Ngantang dan Babadan Ngajum. Sementara sisa 20 lainnya adalah pemeliharaan rutin di banyak jembatan se Bumi Kanjuruhan.
O’ong mengatakan, jembatan-jembatan yang direhab dan ganti itu kondisinya beragam. Namun yang jelas rusak.
“Beberapa mengalami kerusakan pada lantai jembatan, retak pada struktur, penurunan oprit atau jalan pendekat, kerusakan pagar pengaman, hingga dampak bencana seperti banjir dan longsor yang mengurangi fungsi maupun tingkat keamanan jembatan,” kata dia.
Dengan melihat kerusakannya, DPUBM dapat memperkirakan tindakan apa yang harus dilakukan. Penggantian dilakukan pada jembatan yang sudah tidak layak, sementara jembatan yang masih memungkinkan dipertahankan ditangani melalui rehabilitasi agar kembali memenuhi standar keselamatan.
“Total anggaran penanganan jembatan pada tahun 2026 mencapai Rp 20 miliar. Itu meliputi semua pekerjaan yang telah disebutkan,” ucapnya.
Perbaikan jembatan berupa penggantian rata-rata sudah dilakukan mulai Juni lalu. Termasuk rehabilitasi.
“Pekerjaan dilaksanakan dengan masa kontrak sekitar 180 hari kalender. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026,” kata dia.
Namun satu pekerjaan, yakni rehabilitasi jembatan di Jombok, Ngantang masih belum bisa dimulai. Lantaran proyek senilai Rp 1,7 miliar sampai 1,8 miliar itu sudah sekali gagal tender, dan sedang tender ulang. Keterangan di laman itu menyebut ada kesalahan dalam dokumen pemilihan. Kini, pihak DPUBM masih dalam proses merampungkan tender itu.(biy/dan)
Editor : Mahmudan