Lumayan, Segini Loh Penghasilan Pemkot Malang dari Hasil Penyewaan Aset

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:07 WIB

ASET PEMKOT: Kendaraan berjajar parkir di halaman luar Stadion Gajayana kemarin. Fasilitas olahraga tersebut juga disewakan untuk kegiatan lain. (Foto Darmono/Radar Malang)

ASET PEMKOT: Kendaraan berjajar parkir di halaman luar Stadion Gajayana kemarin. Fasilitas olahraga tersebut juga disewakan untuk kegiatan lain. (Foto Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA – Berbagai upaya dilakukan Pemkot Malang untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Selain menggenjot sektor pajak, juga memaksimalkan fasilitas olahraga. Tahun ini pemerintah menargetkan Rp 1,9 miliar dari hasil penyewaan fasilitas olahraga. Mulai dari Stadion Gajayana, GOR Ken Arok, lapangan tenis, dan mini soccer di area Stadion Gajayana.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan menuturkan, hingga Agustus lalu, penerimaan dari fasilitas olahraga mencapai Rp 1,3 miliar. Itu artinya ada kekurangan Rp 600 juta yang harus dikejar sampai akhir tahun.

Dengan capaian tersebut, pihaknya optimistis memiliki waktu yang cukup untuk mencapai target Rp 1,9 miliar.

"Dengan sisa waktu yang ada, perkiraan kami masih cukup untuk mencapai target," terangnya.

Sejumlah fasilitas olahraga menjadi sumber retribusi andalan. Paling besar berasal dari Stadion Gajayana. Lalu lapangan mini soccer dan GOR Ken Arok. Dia menyampaikan, Stadion Gajayana tidak hanya digunakan olahraga. Tapi ada kegiatan lain yang juga bisa menyumbangkan PAD melalui sistem sewa aset.

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu digelar Festival Mbois ke-11 di stadion tersebut. Kemudian akan ada konser artis ibu kota pada pengujung tahun.

"Untuk satu event saja, misal digelar tiga hari, biaya sewanya Rp 100 juta," jelas Arif.

Untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas, dia mengatakan, pihaknya telah menerapkan sistem penyewaan sarpras secara digital. Masyarakat maupun pihak luar kini dapat melakukan pembayaran biaya sewa tanpa menggunakan uang tunai. Sistem tersebut sekaligus memungkinkan calon pengguna melihat ketersediaan jadwal fasilitas yang hendak disewa.

Di sisi lain, Pemkot Malang juga tengah merencanakan perbaikan fasilitas. Alokasinya sudah disiapkan, yaitu Rp 400 juta. Rencananya dibahas pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. Dana itu digunakan untuk mengganti lampu yang mengalami kerusakan.

"Lampu-lampu di GOR Ken Arok banyak yang mati. Setelah saya tinjau, ada sekitar 10 titik. Kemudian lampu di lapangan luar dan di mini soccer juga mati," ungkap mantan kepala dinas tenaga kerja-penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (naker-PMPTSP) tersebut.

Pembenahan juga menyasar fasilitas kamar mandi di GOR Ken Arok. Dia menuturkan, perbaikan tersebut diperlukan setelah muncul keluhan dari pengguna fasilitas. Pada saat pelaksanaan kompetisi Developmental Basketball League (DBL) yang berakhir tanggal 4 September lalu. (adk/dan)

Editor : Mahmudan
Sewat aset Sewa Stadion Gajayana aset pemkot malang