Update Program Angkutan Pelajar Gratis: Ini Kata Wali Kota Malang soal Evaluasi Sepekan Pertama

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:16 WIB
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat

 

MALANG KOTA – Program angkutan pelajar gratis sudah beroperasi sejak Senin lalu (31/8). Setelah sepekan beroperasi, terungkap sejumlah kekurangan. Salah satunya, angkot pelajar belum menyentuh sebagian sekolah, terutama di zona utara.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui bahwa angkutan pelajar gratis belum menjangkau seluruh pelajar. Pemkot Malang masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan tersebut. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui wilayah maupun kebutuhan siswa yang belum terjangkau layanan.

"Kami lihat dulu beberapa pekan ke depan. Kemudian kekurangannya akan diperbaiki," kata Wahyu.

Wahyu berharap angkutan pelajar gratis tidak hanya menjadi alternatif transportasi bagi siswa. Tetapi memperluas akses transportasi publik dan mendorong pelajar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Dengan demikian dapat mengantisipasi kemacetan pada jam-jam sibuk

Dia menegaskan, program ini belum bisa melibatkan semua sopir. Karena pihaknya menetapkan sejumlah standar sebelum angkot difungsikan sebagai angkutan pelajar gratis.

"Untuk pelayanan yang baik, kami mewajibkan (sopir) menaati administrasi dan kendaraan harus layak. Selain itu mereka juga harus ikut koperasi," tandas pemilik kursi N1 itu. 

Wahyu menambahkan, pengemudi angkot yang belum memenuhi syarat tetap memiliki kesempatan untuk bergabung. Tapi mereka harus terlebih dahulu menyesuaikan kendaraan maupun administrasinya dengan standar yang ditetapkan.

Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta permasalahan rute dan armada segera diselesaikan. Lebih baik evaluasi sudah dilakukan sebelum satu bulan pelaksanaan angkutan pelajar.

"Jika ada sekolah yang belum terlayani, bisa segera dicarikan solusi rute dan tambahan armada," tegasnya.

Suryadi menyampaikan, penambahan rute bisa dilakukan dengan beberapa opsi. Yaitu menambah jumlah armada angkutan pelajar atau mengoperasikan sebagian bus halokes. "Makanya, bus halokes jangan langsung dialihkan ke program lainnya. Harus ditunggu setelah evaluasi angkutan pelajar," kata politisi Partai Golkar itu.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
angkot malang Subsidi angkot angkutan pelajar gratis