Telusuri Penularan Tuberkulosis, Dinkes Kabupaten Malang Skrining 12 Ribu Warga Berisiko

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:17 WIB
Skrining TBC (Foto Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
Skrining TBC (Foto Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

 

KEPANJEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengidentifikasi sebaran Tuberkulosis (TBC). Salah satu caranya dengan melakukan skrining menggunakan sinar X atau x-ray. Tercatat 12 ribu warga yang sudah menjalani skrining.

Skrining berlangsung sejak 2023 hingga pertengahan 2026. Pada 2023 tercatat 1.396 orang menjalani skrining. Kemudian pada 2024 ada 5.681 warga, 2025 teridentifikasi 2.495 orang, dan tahun ini, delapan bulan terakhir tercatat 3.231 orang.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Malang Chairiyah mengatakan, skrining TBC menggunakan sinar X merupakan program penanggulangan skala nasional.

“Gratis, tanpa melihat punya BPJS atau tidak, asalkan masuk kriteria sasaran,” ujar Chairiyah kemarin.

Beberapa kriteria sasaran tersebut adalah mereka yang dibayangi atau berisiko terkena TBC. Di antaranya mempunyai gejala TBC, orang yang tinggal serumah dengan penderita, orang yang kontak erat dengan penderita, penderita HIV, diabetes miletus, orang dengan gizi buruk atau kurang, dan perokok yang punya gejala TBC.

Hasil skrining x-ray bisa dilihat.

“Kalau ada gambar kerusakan paru, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak untuk konfirmasi diagnosis TBC,” katanya.

”X-Ray dapat juga menjadi penunjang diagnosis TBC yang nanti akan ditentukan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan fisik, gejala, X Ray, laboratorium,” imbuh Chairiyah.

Dia mengatakan, program tersebut dimulai sejak 2023 lalu. Kala itu, Pemkab Malang menjadi pilot project yang bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit TBC di masyarakat. Pendanaannya ditanggung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan USAID.

Chairiyah menambahkan, skrining dilakukan rutin di semua fasilitas kesehatan (faskes) dan rumah sakit. Ada dua jenis yang tersedia di Kabupaten Malang.

“Ada x-ray portable yang dapat digunakan untuk mobile kegiatan SSTB atau ACF yang dimiliki oleh RSUD Lawang, RSUD Kanjuruhan dan klinik swasta yang sudah berizin. Ada juga di RS Wava Husada,” sebut dia.

Ke depannya, skrining menggunakan x-ray akan semakin digencarkan. Dinkes mempunyai visi 2023 warga Bumi Kanjuruhan bebas TBC.

“Ke depan, skrining semacam ini akan diintegrasikan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” katanya.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
kesehatan malang Malang penderita TBC tuberkulosis