PUJON – Kawasan Gunung Buthak di Pujon, Kabupaten Malang yang mengalami kebakaran sudah diguyur hujan kemarin (9/9). Itu setelah tim gabungan BMKG dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Selasa lalu (8/9) hingga kemarin pagi (9/9). OMC atau hujan buatan dilakukan dengan cara menyamai garam dari atas pulau Kalimantan,
Data BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur mencatat curah hujan ringan dengan intensitas 0,5 hingga 20 milimeter di sejumlah wilayah terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Kegiatan OMC hari ini (kemarin, 9/9) merupakan penyemaian terakhir. Untuk langkah selanjutnya apakah akan dilakukan lagi kami masih menunggu perintah dari Kementrian kehutanan” ujar prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Maksum Purwanto kemarin.
Meski hujan mulai turun, lanjutnya, dampak OMC terhadap titik kebakaran di Gunung Buthak masih dalam evaluasi. Rincian teknis pelaksanaan hingga hasil penyemaian garam dikoordinasikan dengan Kemenhut.
Sementara kebakaran yang sebelumnya melanda Gunung Buthak, belakangan merambat ke Gunung Kawinajang. Medan yang terjal serta tiupan angin kencang menghambat petugas memadamkan kobaran api.
Di lain pihak, Administratur Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, sejumlah upaya dilakukan untuk menekan penyebaran api. Mulai membuat sekat bakar secara manual hingga mengerahkan water bombing ke sejumlah titik yang memungkinkan.
”Hujan hasil OMC belum mengguyur langsung di titik api utama,” katanya.
Dia mengatakan, di lokasi kebakaran hanya terjadi gerimis, sedangkan hujan dengan intensitas tinggi turun di wilayah Desa Precet, selatan Gunung Butak.
Meski belum membasahi titik api secara langsung, hujan tersebut membantu membasahi vegetasi di sekitar kawasan. Kondisi itu diharapkan dapat mengurangi potensi api kembali menjalar, terutama ke area yang belum terbakar. Saat ini sekitar 70 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla.(ram/dan)
Editor : Mahmudan