Ditinggal ke Toko, Rumah Warga Pakisaji Malang Hangus Terbakar, Ini Penyebabnya

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:16 WIB

Pemadaman kebakaran

Pemadaman kebakaran

 

PAKISAJI – Marak peristiwa kebakaran di Bumi Kanjuruhan akibat kelalaian manusia. Kemarin (10/9), rumah Mujiati, 65, warga Jalan Kepunden 02 Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji mengalami kebakaran. Api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang merembet perabotan rumah tangga, lalu membesar dan menghanguskan rumah.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30. Mulanya, Mujiati memasak. Setelah masakan selesai, dia pergi ke toko. Kala itu, Mujiati belum menyadari bahwa tungku yang dimatikan baranya tersebut masih ada sisa api.

”Diduga api membesar, kemudian merembet ke kayu di sekitar tungku. Apalagi di sana banyak perabotan yang mudah terbakar,” ujar Danton Damkar Kabupaten Malang Andik Minarko kemarin.

Mujiati yang berada di toko agak jauh dari rumahnya pun santai. Tak berselang lama, salah satu tetangganya, Irfaudin mengetahui asap membubung di atas rumah Mujiati. Dia lantas berteriak dan meminta warga untuk melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Dalam waktu bersamaan, Irfaudin juga menghubungi damkar.

”Selang 30 menit (pukul 07.00) tetangganya menginformasikan pada kami kalau ada kebakaran" ucap Andik.

Seusai menerima laporan, dua armada damkar Kabupaten Malang meluncur ke lokasi kejadian. Dua armada tersebut disertai enam personel. Setiba di lokasi,  mereka langsung menyemprotkan air untuk memadamkan kobaran api.

Mereka membutuhkan waktu satu jam lebih untuk menjinakkan amukan si jago merah. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.20,” terang Andik.

Setelah padam, petugas melakukan pemeriksaan. Termasuk mengukur area yang hangus terbakar. Kerusakan beberapa bangunan dan sejumlah perabotan rumah tangga hangus mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 25 juta.

”Pemadaman dibantu Pemdes Genengan, Kecamatan Pakisaji, babinsa, Polsek Pakisaji, relawan PMI, dan warga sekitar.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
Malang kebakaran tungku kayu bencana kebakaran