MALANG KOTA – Ribuan warga memadati beberapa ruas jalan di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Mereka berbaris di tepi Jalan Pandean hingga Jalan Batubara demi menyaksikan Mancawarna Carnival kemarin (13/9).
Perayaan seni budaya tahunan itu dimulai sekitar pukul 09.00. Diawali parade yang menampilkan beragam atraksi seni dan budaya. Peserta dari lima RW mengenakan kostum tradisional hingga busana kreasi dengan ornamen warna-warni. Ada yang menampilkan kostum ala kerajaan seperti Roro Jonggrang, permainan musik bambu, tarian khas Bali, hingga ogoh-ogoh.
Anak-anak pun turut ambil bagian dengan mengenakan beragam kostum. Selain parade budaya, kegiatan juga diramaikan pertunjukan dan pasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kreatif. Seluruhnya melibatkan warga dari lima RW.
Salah satu peserta dari RT 1 RW 11, Joni mengatakan, pihaknya antusiasme menyambut Mancawarna Carnival tahun ini. 60 anggota timnya mengusung tema kebudayaan minahasa dengan nuansa pakaian hitam dan merah, serta ogoh-ogoh buto ijo setinggi 2 meter.
“Kami persiapan semuanya sebulan lebih. Semua warga RT 1 sangat antusiasme meramaikan acara. Kalau bisa ya setahun sekali diadakan,” ujar Joni di sela kegiatan.
Sementara Ketua RW 9 Purwantoro Dery Erlyawan mengatakan, Mancawarna Carnival sudah dilaksanakan sejak 2014 lalu.
“Awalnya dilaksanakan setiap tahun, tapi sejak 2018 menjadi dua tahun sekali agar warga tidak bosan,” katanya.
Tahun ini mengusung tema kebudayaan dan nasionalisme dengan slogan Satu Jiwa, Ragam Warna, Nusantara. Sementara untuk Mancawarna memiliki makna mewakili kelima RW.
”Yakni RW 8, RW 9, RW 10, RW 11, dan RW 12,” kata dia. Jika ditotal, jumlah yang berpartisipasi mencapai 1.500 orang. Namun pihaknya menargetkan yang hadir bisa menyentuh 2.500 orang.
Terkait parade, Dery menyebut melintasi beberapa jalan. Mulai Jalan Alumunium, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, perempatan Pandean Ciliwung, Jalan Marmer, Jalan Sulfat, Jalan Emas, Jalan Simpang Emas I, hingga Jalan Tembaga.
Selama parade, warga menampilkan berbagai kreativitas.
“Ada yang menampilkan adat Bali, Minahasa, pewayangan, kisah legenda Roro Jonggrang, dan budaya-budaya lainnya,” ungkapnya.
Dery berharap, kegiatan yang diselenggarakan ini bisa menjadi bentuk penghargaan atas jerih payah para pahlawan. Selain itu menambah nilai toleransi dan saling menghormati antar warga meski terdiri dari berbagai latar belakang.
Di lain pihak, Wakil Ketua I DPRD Kota Malang Abdurrahman mengapresiasi pelaksanaan Mancawarna Carnival. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terkait pembangunan, pendidikan, dan kesejahteraan.
“Di karnaval ini tidak hanya melihat penampilannya, tapi isi dan kritiknya yang harus diperhatikan pemerintah,” katanya.
Ia berharap kegiatan positif semacam itu dapat terus berlanjut dan semakin baik ke depannya. (mel/wb1/dan)
Editor : Mahmudan