MALANG KOTA – Masih banyak rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Malang. Hingga kini tercatat 34 ribu rumah. Tahun ini diusulkan 1.000 rumah mendapat perbaikan lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat. Perbaikan akan menghabiskan Rp 20 miliar.
Agustus lalu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menginstruksikan Pemkot Malang untuk melakukan pendataan RTLH. Hasil pendataan menjadi dasar pusat untuk melakukan perbaikan secara bertahap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, pengerjaan bedah rumah sebagian sudah direalisasikan. Sementara lainnya dalam proses.
"Intinya 1.000 RTLH kami usulkan perbaikan ke pemerintah pusat," ujar Dandung kemarin (13/9)
Dia menyampaikan, pengusulan RTLH tidak hanya berasal dari satu sumber. Pemkot Malang melakukan pendataan sendiri untuk menemukan rumah yang membutuhkan penanganan. Selain itu, lanjutnya, terdapat usulan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD maupun pengajuan langsung dari masyarakat.
Dandung menyebut rumah yang masuk usulan renovasi memiliki kondisi yang beragam. Sejumlah persoalan ditemukan pada bagian atap, lantai, hingga ventilasi rumah yang tidak memadai.
Dari berbagai kondisi tersebut, lantai menjadi salah satu faktor yang paling banyak memerlukan perbaikan.
"Kami temukan salah satunya rumah tidak punya ventilasi. Kemudian atap tidak layak atau rawan roboh," ungkap pria yang merangkap Penjabat (Pj) Sekda Kota Malang itu.
Usulan RTLH tersebar di seluruh kecamatan di Kota Malang.
Dia tidak merinci pengusulan per kecamatan. Namun Kedungkandang menjadi wilayah dengan jumlah usulan perbaikan rumah paling banyak.
Lebih lanjut, usulan dari pemkot tak langsung dieksekusi. Sebelum bantuan diterima, terdapat tahapan verifikasi untuk memastikan rumah dan calon penerima memenuhi syarat. Hal itu membuat pengerjaan penanganan memiliki waktu yang berbeda.
Namun seluruh pengerjaan diperkirakan bakal selesai akhir 2026.
"Saat ini ada rumah yang hampir selesai pengerjaannya. Kemudian ada yang masih proses verifikasi," ungkap Dandung.(adk/dan)
Editor : Mahmudan