KEPANJEN – Distribusi air bersih untuk desa-desa dilanda kekeringan terus berlanjut. Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah mendistribusikan 1,8 juta liter air bersih.
Area terdampak pun meluas. Per Minggu lalu (13/9) lalu tercatat sembilan desa yang mengajukan bantuan kiriman air bersih. Tiga desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yakni
Sumberagung, Sitiarjo, dan Kedungbanteng.
“Puskesmas Sitiarjo juga masih kami kirimkan air bersih juga,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.
Lima desa lain ialah Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan, Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Kalipare dengan Desa Kalirejo, Sumberoto di Kecamatan Donomulyo. Terakhir, Desa Sumberejo dan Pagak di Kecamatan Pagak.
Sadono menyebut, pada pengiriman air terakhir pada 13 September lalu, Desa Pagak tidak diikutkan.
“Desa Pagak terakhir minta air pada 9 September lalu. Setelah itu kami tidak kirim lagi,” sebut dia.
Mengenai jatah pengiriman per hari, dia tidak memastikan. Semuanya bergantung pada ketersediaan tandon-tandon di desa yang mengalami krisis air bersih.
“Contohnya pada 13 September lalu, kami kirim total 92.500 liter ke Desa Sumberagung. Termasuk untuk Puskesmas Sitiarjo di Sumawe, lalu Tumpakrejo, Karangkates, Sumberoto, dan Sumberejo. Lainnya tidak,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Bantuan 1,8 juta liter air bersih yang disebar ke 4.035 kepala keluarga (KK) atau 13.041 jiwa. Penerima air bersih terbanyak di Desa Karangkates, yakni 571.850 liter. Di lokasi tersebut terdapat 3.055 jiwa yang terdampak. Kemudian lokasi terbanyak kedua di Desa Tumpakrejo dengan 315 ribu liter, untuk kebutuhan 1.461 orang.
Pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan daerah lain yang akan mengalami krisis air bersih. Mekanismenya tetap sama, Pemdes melapor ke BPBD, kemudian dilakukan asesmen. Setelah itu disediakan tandon, lanjut pengiriman air bersih.(biy/dan)
Editor : Mahmudan