Tak Kunjung Padam, Kebakaran Gunung Kawi Malah Meluas ke Dau dan Wagir

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:21 WIB

KEKUATAN PENUH: Tim gabungan melakukan pemadaman di kawasan Gunung Kawi kemarin (15/9).

KEKUATAN PENUH: Tim gabungan melakukan pemadaman di kawasan Gunung Kawi kemarin (15/9).

 

DAU – Kebakaran di puncak Gunung Kawi (Kawinajang) belum padam, bahkan area terdampak semakin luas. Titik api yang mulanya di Ngantang, mulai merembet ke arah selatan dan timur. Berdasar pantauan Perum Perhutani KPH Malang, kebakaran mulai menyentuh Kecamatan Wagir dan Dau.

Untuk diketahui, Kawinajang adalah sebutan untuk lembah dan puncak Gunung Kawi yang ada di sisi Ngantang. Sementara kaki Gunung Kawi mencakup Kecamatan Ngantang, Pujon, Dau, Wonosari, Ngajum, Kromengan, sampai sebagian Blitar.

Administratur Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kawinajang belum padam sejak pertama kali membara pada 1 September lalu.

“Beberapa hari lalu sempat padam, namun api mulai menyala lagi pada Sabtu lalu (12/9),” ujar Kelik kemarin.

”Hingga kini belum padam. Area yang terbakar seluas 700 hektare,” tambahnya. Gunung Butak di sisi selatan juga terbakar.

“Untuk Kecamatan Dau, tepatnya di Gading Kulon. Kemudian untuk Wagir di Desa Precet,” kata dia.

Kedua wilayah itu terkenal dengan hutan kayu pinus. Tapi yang terbakar adalah kawasan hutan lindung, bukan hutan produksi.

Kelik menambahkan, sampai sekarang upaya pemadaman masih berlangsung. Melibatkan lebih dari 100 personel gabungan Perhutani, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dan banyak potensi lainnya.

“Upaya pemadaman kami lakukan dengan water bombing dan pembuatan sekat bakar oleh tim darat,” tandas Kelik.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
Malang Karhutla Kebakaran Bromo dan Kawi Kebakaran Gunung Kawi