HIPAM Enam Desa di Malang Terancam akibat Karhutla Gunung Kawi

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

 

Karhutla pegunungan kawi Malang
Karhutla pegunungan kawi Malang

 

DAU- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menghanguskan sebagian area di pegunungan kawi belum bisa dipadamkan. Aparat masih terus berjibaku memadamkan kobaran api. Jika kebakaran berlanjut, jaringan penyambungan air bersih (HIPAM) enam desa di Kecamatan Dau dan Wagir terancam terganggu.

Keenam desa tersebut adalah Sumbersuko, Parangargo, Petungsewu, dan Dalisodo di Kecamatan Wagir. Kemudian Desa Balesari dan Babadan di Kecamatan Ngajum. Serta Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari.

“Untuk di mana sumber airnya masih perlu kami telusuri. Tapi posisinya ada di Gunung Pasang, kami amankan dulu HIPAM-nya dengan membuat sekat bakar,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.

Seperti diberitakan, karhutla berlangsung sejak 1 September lalu. Titik api berasal dari puncak Kawinajang dan Butak, Kecamatan Ngantang. Dia mengatakan, karhutla sudah merambah Desa Selorejo dan Kucur di Kecamatan Dau. Kemudian Desa Precet dan Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

“Informasi dari tim lapangan malah sudah sampai Desa Krisik, Kabupaten Blitar atau lereng selatan Gunung Buthak,” imbuh dia.

Penyebabnya karena angin yang berembus kencang dan medan terjal yang menjadi kendala pemadaman oleh tim pemadam darat. Pemandangan gunung terbakar pun bisa dilihat dengan jelas di wilayah Kecamatan Wagir, terutama di Desa Dalisodo dan Sumbersuko.

Di lain pihak, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan, khusus Kecamatan Wagir, area yang terdampak kebakaran mencapai ratusan hektare.

“Luas area yang terbakar sampai Kamis malam (17/9) mencapai 292 hektare,” kata Sadono.

Dia mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan. Terdiri atas Perum Perhutani, BPBD, dan beberapa relawan pemadam api. Dia mengatakan, tim mulai memadamkan api di Puncak Batu Tulis. Metodenya dengan membuat sekat bakar.

“Pemetaan juga masih berlangsung. Bersamaan dengan pembuatan sekat bakar di sepanjang jalur pendakian via Batu Tulis ke arah utara mengarah puncak Gunung Pasang,” kata dia.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
Malang kebakaran Karhutla Kawi HIPAM desa terancam