KEPANJEN - Bertambah satu desa lagi yang terimbas kekeringan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang per Minggu lalu (20/9) mencatat ada 10 desa terdampak. Lokasinya menyebar di enam kecamatan. Total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 2,4 juta liter.
Desa yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Sumbermanjing Wetan tidak ada perubahan. Yakni Desa Sumberagung, Kedungbanteng, dan Sitiarjo. Berikut pula fasilitas umum (fasum) berupa Puskesmas Sitiarjo.
Gedangan tetap di Desa Tumpakrejo, Sumberpucung di Desa Karangkates, dan Donomulyo di Desa Sumberoto. Sedangkan Kecamatan Pagak ada di Desa Sumberejo dan Pagak.
“Yang ada perubahan itu Kecamatan Kalipare. Dari yang sebelumnya hanya Kalirejo, per Minggu lalu (20/9) sudah ketambahan Desa Sumberpetung,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (22/9)
Dari sepuluh desa tersebut ada 4.307 Kepala Keluarga (KK) atau setara 13.912 Jiwa yang terdampak kekeringan. Namun tim gabungan pendistribusi air dari BPBD, PMI Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, dan Perum Jasa Tirta (PJT) I tidak serta merta langsung mendistribusikan air bersih ke semua desa.
Contohnya pada Senin (21/9), hanya lima desa yang mendapat pasokan air dari 5 armada yang dijalankan dalam sehari itu. Yakni Sumberagung dan Puskesmas Sitiarjo di Sumawe, totalnya 20 ribu liter. Kemudian Tumpakrejo dan Gedangan sebanyak 20 ribu liter. Karangkates 27,5 ribu liter, Sumberoto 16 ribu liter. Lalu di Sumberejo 15 ribu liter. Totalnya 98,5 ribu liter dalam sehari itu.
Pola tersebut menyesuaikan kesiapan armada, personel, sekaligus kebutuhan warga sekitar. Meski begitu, lanjutnya, 10 desa tersebut masih tercatat sebagai penerima air. Totalnya dari awal penanganan sampai Senin sore sudah sebanyak 2.452.350 liter.
“Untuk hari ini (kemarin) kami distribusi air ke Desa Karangkates, Sumberejo, Sumberoto, Sumberagung, Tumpakrejo, dan Puskesmas Sititarjo. Desa yang kena kekeringan masih bisa bertambah, karena saat ini kami asesmen kekeringan ke Desa Arjosari di Kecamatan Kalipare,” tandas Sadono. (biy/dan)
Editor : Mahmudan