Proyek PLTS Bendungan Sutami Malang yang Menggusur Ratusan Petani KJA Sudah Dibangun

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:10 WIB
SUMBER LISTRIK: Sebagian area Bendungan Sutami yang sebelumnya dipasang Keramba Jaring Apung (KJA) untuk penghidupan warga, kini sedang dibangun PLTS (foto BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR MALANG).
SUMBER LISTRIK: Sebagian area Bendungan Sutami yang sebelumnya dipasang Keramba Jaring Apung (KJA) untuk penghidupan warga, kini sedang dibangun PLTS (foto BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR MALANG).

 

SUMBERPUCUNG - Proyek  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bendungan Sutami yang menggusur ratusan petani Keramba Jaring Apung (KJA) sudah terbangun. Pengerjaannya sudah mencapai 69 persen. Diperkirakan akan segera rampung.

Informasi yang dihimpun, pembangunan konstruksi PLTS sudah dimulai sejak Februari 2026. Sementara untuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)-nya satu bulan sebelumnya. Proyeksinya, pembangkit listrik tersebut menghasilkan daya sebesar 100 megawatt.

Proyek yang dikerjakan atas kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong Co Ltd dan Perum Jasa Tirta I (PJT I) itu diperkirakan rampung pada akhir tahun tahun ini.

“Untuk progres all EPC sesuai laporan Agustus 2026 adalah 69,28 persen. Saat ini kami sedang menyelesaikan pembangunan tower dan trafo,” ujar Direktur Utama (Dirut) PJT I Fahmi Hidayat kemarin (23/9).

Dalam prosesnya, masih banyak yang perlu dikerjakan. Untuk area darat, pihaknya akan melanjutkan konstruksi bangunan-bangunan seperti comprehensive dan electrical building, Gas Insulated Switchyard (GIS) dan lainnya. Lalu dilanjutkan dengan konstruksi jalan akses, lalu memulai dan melanjutkan konstruksi Special Facility (Tower dan GI).

“Yang terakhir ini terkait pepohonan,” kata Fahmi.

Sementara untuk pekerjaan di area perairan, meliputi instalasi Panel PV (Array 6-8), dan banyak instalasi lainnya seperti Box Transformer, dan Inverter.

Karena dikerjakan di dalam area bendungan, maka bersinggungan langsung dengan kegiatan perikanan. Dalam hal ini nelayan, dan pembudidaya ikan dengan KJA. Baik yang di sisi Karangkates, Kecamatan Sumberpucung maupun di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengatakan, di area yang dibangun PLTS memberi dampak pada lebih dari 100 pelaku perikanan KJA. Dalam hal ini, tergusur dari tempat mereka biasa mencari penghidupan.

“Mereka (petani dan nelayan KJA) sudah direlokasi pada Maret lalu, geser ke barat masuk ke Sukowilangun,” kata dia.

Total luas KJA yang terdampak sekitar 1.600 meter persegi. Dalam satu blok terdiri atas 40 kolam, masing-masing berukuran 40 x 40 meter.

Victor menambahkan, ada sekitar 20 pembudidaya ikan yang memutuskan tidak melanjutkan KJA-nya setelah adanya proyek tersebut. Mereka mendapatkan corporate social responsibility (CSR) PLN berupa bioflok ikan nila.

“Beberapa waktu lalu sudah ada yang panen,” kata dia.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
Bendungan Karangkates Malang PLTS Sutami Sumberpucung bendungan sutami