Rp 500 Juta Melayang akibat Kebakaran Dua Kandang di Malang, Begini Kronologinya

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:18 WIB
KORSLETING LISTRIK: Personel Damkar Kabupaten Malang memadamkan api yang menghanguskan kandang kambing di Dusun Krantil, Desa Karangrejo, Kromengan, Kabupaten Malang.
KORSLETING LISTRIK: Personel Damkar Kabupaten Malang memadamkan api yang menghanguskan kandang kambing di Dusun Krantil, Desa Karangrejo, Kromengan, Kabupaten Malang.

 

 KROMENGAN – Gegara membakar sampah, kandang kambing dan rumah di Dusun Krantil, Desa Karangrejo, Kromengan terbakar. Empat ekor kambing tewas terpanggang. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30, Selasa lalu (22/9). Mulanya, pemilik rumah, Feri Indrianto membakar sampah di dekat kandang kambing miliknya.

"Setelah membakar sampah, korban pergi untuk mengantar anaknya,” ujar Kapolsek Kromengan Iptu Riri Novianto kemarin (23/9).

Sekitar 30 menit kemudian, pukul 18.00, Feri kembali ke rumah. Saat tiba, dia mendapati kandang kambing miliknya sudah terbakar. Api membubung tinggi, dia lantas meminta tolong warga sekitar. Mereka berusaha memadamkan kobaran api. Ada juga yang berusaha menyelamatkan kambing di dalam kandang, sementara yang lain menghubungi polsek Kromengan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang.

Upaya penyelamatan dilakukan ketika kobaran api sudah membesar. Namun tidak seluruh kambing berhasil dikeluarkan. Sebanyak empat ekor kambing terpanggang hidup-hidup. Kobaran api lantas merembet ke rumah Feri.

Api juga menjalar ke dapur. Rumah tersebut dalam kondisi kosong. Selama ini perawatannya dilakukan oleh Feri. Laporan diterima petugas mako damkar sekitar pukul 17.55 dan unit langsung diberangkatkan pada pukul 18.05. Sekitar pukul 18.20 personel bersama armada damkar tiba di lokasi. Setelah berjibaku selama 40 menit, petugas akhirnya menjinakkan si jago merah.

Riri mengatakan, sementara ini pihaknya menduga kebakaran dipicu aksi bakar-bakar sampah.

”Percikan api lantas menyambar material di sekitar kandang,” kata dia.

Di lain pihak, Komandan Peleton Damkar Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, objek yang terbakar meliputi kandang kambing dan bagian rumah berukuran sekitar 40 meter persegi.

”Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” katanya. Kondisi kemarau juga membuat api lebih cepat membesar. Terlebih, bagian kandang terbuat dari material kayu yang mudah terbakar.

Kemarin, kebakaran juga melanda Dusun Sumbersuko Kidul, RT 11 RW 5, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurnia mengatakan, kebakaran sekitar pukul 08.30 diduga dipicu korsleting listrik pada dinamo blower lalu meledak. Lokasinya di sekitar kandang ayam broiler.

Percikan api kali pertama diketahui Rifki, seorang pekerja di kandang tersebut. Satu dari empat blower ada yang mengalami korsleting di bagian dinamo, sehingga menimbulkan percikan api.

“Awalnya dinamo blower korsleting, kemudian keluar percikan api dan langsung membakar. Di belakang blower ada kayu, sekam, dan terpal sehingga api cepat merambat,” ujar Sigit.

Api kemudian membakar dua kandang. Satu kandang ludes terbakar dan satu lainnya terbakar sekitar separo bagian. Pemilik kandang, Suwandi dan pekerjanya berusaha memadamkan api dibantu warga sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Dari sekitar 10 ribu ekor ayam berusia 19 hari yang berada di dua kandang tersebut, 3.000–4.000 ekor berhasil diselamatkan. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 400 juta.

”Tidak ada korban jiwa (manusia). Hanya kerugian materi,” kata Sigit. Dari dua kejadian tersebut, total kerugian mencapai Rp 500 juta.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
kebakaran kandang Malang kebakaran penyebab kebakaran