48 Meter Jaringan Pipa Penyalur Air Warga Desa Sumbersari Malang Terbakar

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:42 WIB

Tim memeriksa jaringan pipa penyalur air bersih di Jalur Gunung Gentong yang rusak akibat Karhutla

Tim memeriksa jaringan pipa penyalur air bersih di Jalur Gunung Gentong yang rusak akibat Karhutla

 

WONOSARI – Imbas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Kawi, jaringan pipa penyalur air minum terputus kemarin. Pipa di Jalur Gunung Gentong tersebut mengalirkan air bersih untuk warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Panjang pipa yang terbakar mencapai 48 meter

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, kerusakan jaringan tersebut diketahui saat tim melakukan penyisiran kawasan Gunung Gentong.

“Masih proses observasi dan pendataan. Pipanisasi air minum masyarakat yang terdampak akibat kebakaran juga masih didata,” ujar Purwoto di sela melakukan peninjauan kemarin.

Kerusakan tersebut membuat aliran air menuju permukiman warga terputus. Sebelumnya, kondisi jaringan pipanisasi tersebut belum diketahui secara pasti karena kawasan yang terbakar sulit dijangkau. Setelah dilakukan observasi oleh tim Pos Pantau Merkusi, lanjutnya, panjang pipa yang terbakar diketahui sekitar 48 meter.

Tim beranggota 11 personel itu bergerak menuju Puncak Batu Tulis sejak pukul 07.30. Mereka tiba sekitar pukul 16.00 untuk melakukan penyisiran sekaligus mengecek kerusakan jaringan pipa.

Purwoto mengatakan, pendataan masih terus berlanjut. Sebab, masih terdapat kemungkinan jaringan pipanisasi lain yang terdampak kebakaran dan belum seluruhnya berhasil diperiksa.

“Kami masih menelusuri pipa di titik lain yang kemungkinan juga terdampak,” terangnya.

Hingga kini, penanganan karhutla Gunung Kawi masih berlangsung. Pada hari yang sama, tim dari Pos BC Buthak Panderman kembali menemukan titik api di Blok Pos 3 Tlekung, Kota Batu. Api berhasil dipadamkan secara manual menggunakan metode kebyok dan ilaran.

Data hingga Rabu lalu (23/9), total area yang terbakar mencapai 1.538 hektare. Rinciannya sekitar 389 hektare berada dalam wilayah pemantauan Pos Lapang Merkusi dan 1.149 hektare dari Pos Lapang Selorejo.

Di samping itu, BPBD Provinsi Jawa Timur juga melakukan pemadaman melalui udara atau water bombing yang difokuskan di Blok Pitrang Barat wilayah Kabupaten Blitar. Pemantauan dan pemadaman darat tetap dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
Malang krisis air bersih Malang Karhutla pipanisasi